Fariza Anindya

Just another Blog Mahasiswa MB IPB site

Pengembangan Sistem Informasi terhadap Pendekatan Insourcing dan Outsourcing

  • January 15, 2015 2:57 pm

Oleh: Reyland Herdt (P056134432.51E)

Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suruso, MSc

 

 

  1. PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

Persaingan dalam dunia bisnis saat ini semakin kompetitif, perusahaan yang tidak dapat memanfaatkan peluang dengan baik akan tergerus atau tidak bertahan dalam dunia bisnis. Sebaliknya, perusahaan yang dapat memanfaatkan peluang atau keinginan konsumen maka akan dapat terus bertahan. Peluang yang ditangkap oleh perusahaan tidak terlepas dari sebuah teknologi yang dapat mendukung kekuatan dari suatu perusahaan. Teknologi memberikan kemudahan bagi pelaku usaha sehingga menghasilkan kecepatan, ketepatan, dan keefisienan bagi suatu perusahaan dalam pengerjaan operasionalnya. Teknologi memberikan informasi kepada penggunanya, sehingga perusahaan memberikan perhatiannya kepada sistem informasi untuk mendukung performa perusahaan tersebut. Performa yang ditampilkan oleh suatu perusahaan memerlukan keterampilan dari pengguna teknologi ini Pengembangan sistem informasi berguna untuk menghasilkan sistem informasi yang berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan perusahaan atau memanfaatkan kesempatan yang ada.

Dalam hal ini perusahaan membutuhkan sumber daya atau resource yang berkompetensi dalam memenuhi kebutuhannya. Pendekatan yang dilakukan dalam pengembangan sistem informasi yaitu Pertama, pendekatan self-sourcing, Kedua adalah pedekatan insourcing, dan Ketiga adalah pendekatan outsourcing. Ketiga pendekatan ini memiliki kelemahan dan kelebihan dalam penerapannya, sehingga suatu perusahaan harus mengerti pendekatan mana yang dapat diterapkan dalam perusahaan tersebut. Pengambilan keputusan dalam menentukan pendekatan tersebut berdampak pada performa dari perusahaan itu sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh Yang dan Huang (2000) bahwa sebuat perusahaan akan sulit untuk mengambil keputusan untuk menentukan apakah perusahaan itu akan insourcing atau outsourcing . Sehingga pendekatan ini memberikan pertimbangan bagi sebuah perusahaan untuk mengambil keputusan yang terbaik dalam memilih pendekatan tersebut.

 

  • Perumusan Masalah

Berdasarkan latarbelakang diatas maka penulis akan merumuskan sebuahmasalah dalam pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing dan pendekatan outsourcing. Pendekatan self-sourcing dalam tulisan ini tidak akan dibahas. Sehingga batasan dalam penulisan ini mengenai pengembangan sistem informasi terhadap pendekatan pendekatan insourcing dan pendekatan outsourcing.

 

  • Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini secara umum untuk memahami gambaran tentang pendekatan insourcing dan outsourcing dalam pengembangan sistem informasi dalam suatu perusahaan. Sedangkan tujuan khususnya adalah sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Sistem Informasi dan Manajemen angkatan E51 Program Pasca Sarjana Manajemen dan Bisnis, Institut Pertanian Bogor yang difasilitasi oleh Dosen Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc,CS.

 

  1. TINJAUAN PUSTAKA

 

  • Sistem Informasi

Dalam makalah Adistiar et all (2014) mengenai sistem informasi menjelaskan tentang sistem informasi itu sendiri. Menurut O’Brien (2005) sistem informasi adalah semua komponen baik people, hardware, software, comunitation networking, dan sumber daya yang penting dalam mengantarkan pesan atau informasi dan fungsi dalam suatu organisasi.komponen tersebut dapat digambarkan seperti yang terlihat dalam Gambar 1. Sistem informasi memberikan suatu tempat informasi untuk mendukung kegiatan operasional, manajemen, dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi. Dalam suatu organisasi sistem organisasi sangat penting hubungannya sehingga dapat mendukung dalam hal strategi bisnis organisasi, proses bisnis, struktur dan budaya organisasi dalam meningkatkan bisnis dari organisasi khususnya dalam lingkungan bisnis yang dinamis. (Silver dan Cynthia. 1995)

Gambar 1. Komponen Sistem Informasi

(Sumber: O’ Brien. 2004)

Sistem informasi memliki fungsi dalam suatu organisasi yaitu pertama mendukung kesuksesan berbagai fungsi utama bisnis sebagai contoh akuntansi, finance, manejemen operasi, dan manejemen sumber daya manusia. Kedua, sistem informasi memberikan dukungan menuju keefisienan dalam suatu kegiatan operational, produktivitas dan moral OSDM. Ketiga, merupakan sumber utama bagi seorang manejer dalam mendukung atau mengambilan keputusan. Keempat, sistem informasi menjadi penting karena dapat mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif dan hal ini memberikan nilai yang lebih bagi perusahaan karena dapat memberikan keunggulan yang kompetitif dalam persaingan global. Kelima, menjadi suatu hal yang penting dalam berorganisasi dan biaya dalam menjalankan bisnis sehingga diperlukannya pengelola sumber daya yang prima. Terakhir adalah dapat memberikan kesempatan dalam mengembangkan karir yang dinamis dan menantang bagi seseorang yang membutuhkan tantangan. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa peranan sistem informasi dalam bisnis adalah mendukung proses bisnis dan operasional, pengambilan keputusan, dan mendukung strategi untuk keunggulan kompetitif (lihat Gambar 2) (O’Brien, 2004).

Gambar 2. Tiga Peranan Utama Sistem Informasi

(Sumber: O’ Brien. 2004)

Kesuksesan dalam penggunaan sistem informasi dalam suatu perusahaan meliputi keterlibatannya sistem informasi dengan end user, dukungan dari manejemen eksekutif, kejelasannya sistem informasi ini terhadap kebutuhan, adanya perencanaan yang matang dan tepat, dan harapan yang realistik. Apabila perusahaan tersebut tidak menggunakan sistem informasi ini dengan sebaik mungkin maka akan terjadi kegagalan yang disebabkan oelh kurangnya input dari end user, kurang lengkapnya keterangan dari pernyataan kebutuhan dan spesifikasi, pernyataan dan kebutuhan yang sering berubah-ubah, kurangnya dukungan dari menejemen eksekutif, dan kurang kompetensinya dalam teknologi.

Sistem informasi ini juga memiliki aktifitas utama yaitu dalam pemasukan data, pengolahan, penyimpanan, produksi informasi dan kontrol. Data dan informasi tersebut disimpanan dalam model-model basis data, basis model, dan basis pengetahuan. Selain itu sistem informasi memiliki aktifitas kendali yaitu dalam hal monitoring, evaluasi, dan koreksi terhadap sistem agar tercapai kinerja yang optimal.

Proses pembangunan SI merupakan suatu loop yang berulang atau siklus. Secara umum (makro) tahapan dalam siklus sistem informasi dalam kegiatan bisnis, yaitu:

  • Feasibility analysis yaitu tahapan yang berhubungan dengan analisis area aplikasi potensial, mengindentifikasi sisi ekonomi dari pengambilan informasi dan disseminasi, membentuk studi keuntungan awal, menentukan kompleksitas data dan proses, mengatur prioritas aplikasi.
  • Requirement collection and analysis merupakan kebutuhan detail yang dikumpulkan dengan interaksi dan kebutuhan khusus, ketergantungan aplikasi, komunikasi, dan prosedur pelaporan identifikasi.
  • Perancangan sistem merupakan tahapan yang memiliki dua aspek yaitu dalam mendesain sistem basis data dan mendesain aplikasi (program) yang menggunakan dan memproses basis data.
  • Implementation, di mana, basis data dibentuk dan transaksi basis data dijalankan dan diujicobakan.
  • Validation and acceptance testing yaitu validasi tingkat akses dari sitem dalam memenuhi kebutuhan pemakai dan kriteria performansi. Sistem diujicoba dengan kriteria performansi dan spesifikasi kelakuan.
  • Deployment, operation, and maintenance yaitu pada tahap ini dilakukan konversi pemakai dari sistem lama ke sistem baru melalui proses training. Tahap operasional dimulai jika semua fungsi sistem dioperasikan dan divalidasikan. Untuk menjaga performa sistem diperlukan pemeliharan sistem baik jaringan maupun perbaikan bug yang teridentifikasi kemudian.

Jika kebutuhan baru muncul, maka semua tahapan pembangunan akan dijalankan kembali. Data merupakan input pokok yang menjadi dasar pembangunan sistem informasi. Integrasi danketerpaduan kumpulan data diperlukan untuk mendukung proses perencanaan strategis perusahaan.

  • Insourcing

Insourcing atau pendayaguna sumber daya internal merupakan pemanfaatan tenaga ahli IT dari perusahaan itu sendiri tanpa melibatkan vendor. Pendekatan insourcing memiliki kelebihan dalam pengembangan sistem informasi diantaranya adalah:

  1. Perusahaan dapat mengontrol sistem informasinya sendiri.
  2. Biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih kecil daripada biaya untuk pekerja outsource.
  3. Mengurangi biaya operasional perusahaan, seperti transport, dan lain-lain.
  4. High deggre of control
  5. Memiliki kemampuan untuk melihat secara keseluruhan dari proses
  6. Lebih ekonomis dalam hal ruang lingkup dan ukuran

Namun, dalam penggunaan insourcing ini juga emmeiliki kelemehana dalam penggunaannya yaitu:

  1. Perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari pengembangan sistem informasi, jangan sampai pengembangan memakan waktu terlalu lama yang akan memangkas biaya lebih lagi.
  2. Membutuhkan investasi yang tinggi.
  3. Supplier yang berpotensi memberikan produk dan layanan yang mahal.

 

  • Outsourcing

Outsourcing atau pendayagunaan sumber daya eksternal merupakan pemindahan sistem informasi perusahaan baik seluruh maupun sebagian (Benamati dan Rajkumar. 2002). Sedangkan menurut Aalders (2001) outsourcing adalah perusahaan yang menyewa jasa kepada pihak ketiga (vendor) untuk mengelola proses bisnis supaya lebih efektif dan efisien dalam pengerjaannya jika dibandingkan dengan perusahaan itu sendiri yang melakukannya. Penelitian yang dilakukan oleh Rouse (___) mengenai outsourcing merupakan usaha yang kompleks dan sangat menentukan hasil yang lebih rinci dan terampil. Outsourcing memiliki pengaruh yang kognitif bias dan dapat menjelaskan tentang keputusan yang diambil berisiko.

Penelitian yang dilakukan oleh Baldwin et al (2001) mengenai sistem informasi outsourcing sebagai pembelajaran studi kasus perbankan bahwa keputusan untuk outsourcing merupakan dasar dari strategi dalam jangka panjang dimana sistem informasi sebagai tempat untuk core bussiness yang aktif dan senior managernya dapat mengkontrol sistem informasi. Keuntungan dari penggunaan outsourcing adalah:

  1. Perusahaan dapat lebih fokus pada hal yang lain, karena proyek telah diserahkan pada pihak ketiga untuk dikembangkan.
  2. Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.
  3. Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan untuk kedepannya.
  4. Biasanya perusahaan outsource sistem informasi pasti memiliki pekerja IT yang kompeten dan memiliki skill yang tinggi, dan juga penerapan teknologi terbaru dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan outsource. Jadi dengan menggunakanoutsource, otomatis sistem yang dibangun telah dibundle dengan teknologi yang terbaru.
  5. Walaupun biaya untuk mengembangkan sistem secara outsource tergolong mahal, namun jika dibandingkan secara keseluruhan dengan pendekatan insourcing ataupunselfsourcingoutsourcing termasuk pendekatan dengan cost yang rendah.

Namun, pendekatan outsourcing juga memiliki kelemahan yaitu:

  1. Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan atau diinovasi di masa mendatang, karena yang mengembangkan tekniknya adalah perusahaan outsource.
  2. Menurunkan kontrol perusahaan terhadap sistem informasi yang dikembangkan.
  3. Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.
  4. Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

Dari pengertian diatasdapat dikatakan bahwa pendekatan outsourcing merupakan salah satu strategi kompetisi suatu perusahaan untuk perusahaan fokus pada core business-nya. Apabila outsourcing ini memberikan hasil yang lebih baik dengan mengeluarkan biaya yang lebih rendah jika dilakukan sendiri.

 

  • PEMBAHASAN

 

  • Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan sistem informasi merupakan suatu aktivitas untuk dapat menghasilkan sistem informasi berbasis komputer dalam menyelesaikan persoalan organisasi atau perusahaan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Pengembangan sistem informasi perlu dilakukan karena untuk menjamin adanya konsistensi proses, dapat diterapkan dalam berbagai jenis proyek, mengurangi resiko dalam pengambilan keputusan, dan menuntut adanya dokumentasi pengembangan sistem informasi memiliki prisip dasar yaitu:

  1. Pemilik dan pengguna sistem harus terlibat dalam pengembangan sistem
  2. Menggunakan pendekatan pemecahan masalah
  3. Menentukan tahapan pengembangan
  4. Menetapkan standard untuk pengembangan dan dokumentasi yang konsisten
  5. Justifikasi sistem sebagai investasi

Pengembangan sistem informasi dibagi menjadi tiga dalam proses perencanaan sistem. Pertama, merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana. Hal ini mengkaji tentang tujuan perencanaan strategi dan taktik perusahaan apakah bertujuan laba atau pengabdian kepada masyarakat, mengindentifikasi proyek-proyek sistem identifikasi berupa sistem informasi, menetapkan sasaran proyek sistem, menetapkan kendala proyek sistem, membuat laporan perencanaan sistem, dan meminta persetujuan manajemen. Kedua, menentukan proyek sistem yang akan dikembangkan hal ini dilakukan oleh komite pengarah. Kajiannya mencakupi menunjuk tim analisis dan mengumumkan proyek pengembangan sistem. Ketiga, menentukan proyek sistem yang dikembangkan oleh analis sistem. Hal ini melingkupi mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek, melakukan studi kelayakan, dan melakukan kelayakan sistem.

 

  • Perkembangan Pendekatan Outsourcing pada Sistem Informasi

 

Penelitian yang dilakukan oleh Lacity, Wilcocks, dan Rottman (2008) menjelaskan bahwa saat ini kecenderungan tiap perusahaan melakukan outsourcing baik secara nasional maupun internasional dan hal ini telah dijelaskan oleh Khan (2007). Penggunaan pendekatan ini dilakukan untuk menghasilkan keefisienan yang tinggi sehingga dapat mengendalikan biaya dan perusahaan dapat fokus pada kompetensi. KPMG (2007) dalam tulisan Gonzales et al (___) bahwa survey yang telah dilakukan oleh KPMG mengenai pertumbuhan outsourcing pada sistem informasi mengalami peningkatan dari 89 persen perusahaan yang ada. Perusahaan yang menggunakan outsourcing merasa lebih puas dan perusahaan dapat merasakan manfaatnya dari sisi ekonomi pada tingkat lebih rendah dari pada strategis dan orang-orang teknologi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa outsourcing pada sistem informasi ini telah berhasil dibawah pengawasan. Penelitian yang dlakukan oleh Gonzales dikuatkan oleh penelitian dari Koh, Ang, Straub. 2004)

Menurut Saunders et al. (1997) terdapat hubungan pengaturan antara kontrak kerja dengan kesuksesan outsourcing seperti pada Gambar 3 dibawah ini. Sampel yang diambile terdiri dari dua belas perusahaan yang dipetakan kedalam gambar tersebut dengan berbasiskan penyedia layanan (patner strategi dengan pelayanan vendor). Sifat kontrak (longgar dengan ketat) dan kesusksesan outsourcing.

Gambar 3. Outsourcing Success Nature of Contract and View of Relationship in Previous Study.

 

Seperti penjelasan Jae et al 2003. pada outsourcing trend seperti yang terlihat pada Gambar 4 dibawah ini. Dari gambar ini dapat menjelaskan hubungan antara literatur dengan evolusi teknologi informasi outsourcing.

 

Gambar 4. The Evolution of Outsourcing Issues

Outsourcing pada sistem informasi berusaha pada pemahaman tujuan penting dan kebijakan diantaranya:

  • Mengatur tujuan dalam jangka panjang dan pendek. Membuat prioritas untuk mecapai tujuan menengah tanpa kehilangan fokus jangka panjang.
  • memnentukan harapan yang realistis dan jelas.
  • Manfaat berbagi dan resiko.
  • Mengembangkan standart kinerja.
  • Mengharapkan perubahan dan revisi.
  • Menyiapkan hal yang tidak terduga
  • Hubungan yang natural.

 

Penggunaan outsourcing sebaiknya perusahaan memperhatikan beberapa aspek dalam penentuan outsourcing dengan memperjelas tujuan dari bisnis ini dalam pendekatan outsourcing. Hal ini dilakukan untuk menghindari penipuan yang dilakukan vendor yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat merugikan perusahaan itu sendiri. Adanya perjanjian antara kedua belah pihak dalam memutuskan kerjasama sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara profesional. Kerja sama yang dilakukan dalam jangka panjang dimana perusahaan dapat memantau kebutuhan bisnis. Perusahaan itu sendiridapat menerapkan outsourcing sebagai strategi untuk mendapatkan fleksibilitas selama proses perbaikan struktur organisasi. (Yang, et al. 2007).

 

  1. PENUTUP

 

  • Kesimpulan

Pendekatan insourcing maupun outsourcing pada sistem informasi memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Setiap perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu tujuan dari perusahaan itu sendiri sehingga dapat memutuskan mana yang lebih baik dalam mengambil keputusan. Saat ini pendekatan outsourcing lebih banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan di dunia seperti penelitian yang dilakukan oleh KPMG. Penggunaan pendekatan insourcing menjadi suatu pertimbangan yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan. tenaga ahli yang dimiliki oleh perusahaan merupakan kunci dari kesuksesan perusahaan itu sehingga perusahaan itu dapat mengetahui kebutuhan bisnisnya dan rahasi perusahaan juga akan lebih terjamin.

  • Saran

Penggunaan pendekatan insourcing maupun outsourcing dalam sistem informasi dapat dilakukan dengan penetapan tujuan perusahaan itu. Perjanjian kerja sama antara vendor maupun perusahaan harus tertuang dalam kontrak sehingga tidak ada yang menimbulkan kerugian disalah satu pihak.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aalders, R (2001). The IT Outsourcing Guide. Chichester:Wiley,

Baldwin LP. Irani. Z dan Love PED. (2001). Outsourcing Information System: Drawing Lesson from a Banking Case Study. European Journal Information System 10 15-24.

Gonzales, R, et al. ____. Information System Outsourcing: An Empirical Study of Succes Factors. University of Alicante.

Jae, Nam Lee, et all. 2003. IT Outsourcing E-Past, Present, and Future. Communication of the Acm. Vol: 46 No. 5 Page: 84-89.

Lacity, M.C.; Willcocks, L. & Feeny, D.F. (1996). The Value of Selective Outsourcing, Sloan Management Review, 37(3), 13-25.

Khan, I. 2007. More Satisfaction: Outsourcing or Offshoring?, Global Services, 2(16), 12.

Koh, C., Ang, S. & Straub, D.W. 2004. IT Outsourcing Success: A Psychological Contract Perspective. Information Systems Research, 15(4), 356-373.

O’Brien, James A. 2004. Management Information System: Managing Information Technology in the Business Enterprise. Sixth Edition. Mc. Graw-Hill. New York, USA.

O’Brien, J. A., Marakas, G. M. 2005. Management Information System.8th Edition. Mc-Graw-Hill Companies, Inc. New York

O’Brien A. James. 2005. Introduction to Information Sytems 12th Ed. McGraw-Hill

Prayoga, A. et. al. 2014. Internetworking Contoh kasus: PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Makalah Sistem Informasi Manajemen, MB-IPB. (Makalah tidak diterbitkan)

Rouse, Anne C, Corbitt, Brian J. _____. Understanding Information System Outsourcing Succes and Risks Through The Lens of Cognitive Biases. Victoria. Australia.

Saunders, C, Gebelt M, dan Qing Hu. 1997. Achieving Success in Information System Outsourcing. California management Review; Winter 1997; 39, 2 ABI/INFORM Global Page: 63.

Yang. C dan Huang JB. 2000. A Decision Model for IS Outsourcing International. Journal of Information Management. 20 (1). 225-239.

Yang, D-H.; Kim, S.; Nam, Ch. & Min, J-W. 2007. Developing a Decision Model for Business Process Outsourcing. Computers and Operations Research, 34(2), 3769-3778.

Tugas Sistem Informasi Manajemen Case 2 The New York Times and Boston Scientific: Two Different Ways of Innovating with Information Technology

  • November 21, 2011 12:55 am

Case 2 Fariza Anindya

BAB I

PENDAHULUAN

  1. a.      Latar Belakang

Perkembangan sistem informasi saat ini telah menjadikan suaru perusahaan menjadi kreatif dalam hal merancang sesuatu untuk memajukan perusahaannya. Salah satu wujud dari perkembangan sistem informasi yang ada saat ini adalah kemajuan teknologi informasi yang berupa suatu Inovasi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut unutk menjadi perusahaan yang berkembang. Salah satu perusahaan yang menerapkan inovasi pada perusahaannya adalah perusahaan media “New York Times” dan perusahaan medis “Boston Scientific”. Kedua perusahaan ini berkembang dengan inovasinya di bodang masing-masing, contohnya The New York Times atau yang biasa disingkat menjadi NYT pada tahun 2006 mendirikan unit Research and development untuk melihat bahwa untuk kedepannya perusahaan siap unutk menghadapi tantangan masa depan untuk membantu perusahaan mempercepat transformasi perusahaan, dan media untuk perusahaan berkomitmen dalam proses uji, pengukuran dan belajar. R & D beroperasi sebagai layanan bersama di seluruh situs web perusahaan dan berkaitan erat dengan unit operasi perusahaan, aplikasi seperti produk mobile perusahaan dapat dengan cepat digunakan pada semua situs web perusahaan. Lalu perusahaan yang juga menerapkan inovasi untuk perkembangan perusahaannya adalah Boston Scientific. Boston Scientific merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang medis, inovasi yang dibuatnya melalui web adalah keinginan untuk memberikan suatu informasi mengenai medis secara detail namun tetap dengan sistem keamanan yang tinggi. Sehingga boston scientific berupaya membuat aplikasi dalam web agar masyarakat dapat mengakses data mengenai medical secara detail tapi tetap dengan pengamanan mengenai hak paten sehingga tidak perlu terjadi kebocoran data yang tidak diharapkan. Oleh karena itu perlunya sistem informasi dalam menciptakan inovasi-inovasi pada kedua perusahaan tersebut.

 

  1. b.      Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui betapa pentingnya peran sistem informasi dan teknologi informasi dalam pengembangan inovasi di sebuah perusahaan, sehingga inovasi tersebut dapat membuat perusahaan berkembang hingga saat ini.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. a.      Shared Service

HR Shared Service intinya adalah berbagi layanan. Semboyannya satu untuk semua, dengan cara mengintegrasikan dan sentralisasi semua aktivitas operasional/ transaksional sejenis melalui pemanfaatan tekhnologi informasi yang terintegrasi seperti ERP (Enterprise Resources Planning) sebagai platform-nya. Secara umum lingkup HR Shared Service mencakup eksekusi semua transaksi HR dan penanganan kebutuhan karyawan, Fungsi atau lini bisnis dan manajemen baik berupa jasa layanan maupun informasi HR.  Empat hal terpenting yang merupakan keunggulan sekaligus ciri utama HR Shared Service adalah :

  1. Standarisasi, streamline dan otomasi baik itu proses, program ataupun kebijakan melalui pemanfaatan teknologi informasi / ERP platform ataupun web based sejauh memungkinkan.
  2. Mengalihkan semua aktivitas transaksional termasuk administrasi data ke dalam konsep low cost channels (HR portal, HR service center dll) dan menekankan pola self service sebagai saluran utama delivery service-nya sehingga mudah, cepat dan murah.
  3. Mengintegrasikan dan konsolidasi layanan lintas region dan business unit seperti standarisasi, organization alignment.
  4. Memastikan kualitas layanan HR bisa terukur dalam perspektif ukuran bisnis secara kuantitatif, termonitor melalui dashboard serta world wide applied.

Dari keempat hal tersebut peranan Information Technology sangatlah penting, HR shared service mensyaratkan infrastruktur IT sebagai pilar utama disamping tiga pilar penting lainnya Organisasi, People dan Proses.

  1. b.      Entreprise Resource Planning ( ERP )

Dhewanto dan Falahah (2007) mendeskripsikan ERP sebagai sebuah konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya organisasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholder) atas organisasi tersebut.

Menurut Fan et al. dalam Yusuf et al. (2006), ERP pada dasarnya merupakan sebuah terminologi yang secara de facto merupakan aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas. Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-sistem yaitu:

  • Sistem Finansial
  • Sistem Distribusi
  • Sistem Manufaktur
  • Sistem Maintenance
  • Sistem Human Resource

Dapat dilihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering dimanfaatkan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftar produk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian perbekalan, bagian produksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dan sebagainya. Oleh karena itu, unsur integrasi itu sangat penting dan merupakan tantangan besar bagi vendor sistem ERP.

Pada ERP sendiri terjadi perubahan paradigma dari sistem konvensional yang serba terisolasi ke arah penggunaan information technology yang lebih terintegrasi menghasilkan aliran informasi yang lebih lancar pada level organisasional maupun departemental .

Gambar 1. Integrasi Informasi Melalui Sistem ERP

Peranan informasi sangat diperlukan, beberapa karakteristik fundamental informasi adalah akurasi (ketepatan), relevansi (kebenaran), dan avalabilitas ketersediaan). Namun, beberapa penelitian mencatat beberapa permasalahan dengan sistem informasi manajemen konvensional, yaitu hanya menyediakan source data yang sudah ditentukan sehingga kerapkali terjadi miss-information antar departemen dan keterbatasan analisa data. Implementasi ERP ini sendiri memiliki beberapa resiko yang berkaitan dengan ukuran proyeknya, aplikasi teknologinya, struktur, stabilitas, strategi maupun penggunanya. Adapun beberapa biaya yang mungkin termasuk adalah biaya replacement yang lama ke sistem yang baru, biaya training dan peningkatan fasilitas, biaya konsultan maupun biaya tak terlihat seperti biaya depresi akibat pergantian sistem. Namun secara keseluruhan ERP memberikan manfaat yang pasti bila dalam penerapannya di dukung oleh komitmen yang tinggi dari perusahaan pengrajin bambu dan meningkatkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikannya.

Penerapan ERP akan mendatangkan keutungan berupa perencanaan produksi, pemrosesan pesanan, manajemen persediaan, pengiriman, maupun keuangan sehingga mendukung pencapaian keberhasilan perusahaan. Kegiatan bisnis akan terintegrasi dengan software ERP dan database umum yang dipelihara oleh DBMS. Menjadikan perusahaan yang efisien, responsif serta lincah dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Pengambilan keputusan dalam penggunaan ERP sebagai solusi IT dan Internetworking memiliki beberapa alasan yaitu:

  • ERP dapat menyelesaikan permasalahan perencanaan produksi baik proses
    maupun ketersediaan bahan baku, perencanaan pesanan, di berbagai lokasi.
  • ERP dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi perusahaan karena dapat mengintegrasikan kegiatan usaha.
  • Dengan ERP Menurunkan biaya pemrosesan transaksi dan hardware, software, serta karyawan pendukung IT
  • ERP menyediakan informasi kinerja bisnis lintas fungsi yang sangat cepat sehungga mempermudah dalam pengambilan keputusan
  • Mengimplementasikan ERP memberikan manfaat untuk lebih mudah dalam memanfaatkan berbagai peluang baru

Penerapan sistem ERP pada perusahaan di sesuaikan dengan keadaan perusahaan. Perencanaa maupun penerapan ERP melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Penerapan tersebut tidak hanya didukung dengan ERP sebagai alat tetapi yang didukung oleh keempat komponen teknologi yaitu humanware, technoware, organware dan infoware. Dari konsep keempat komponen tersebut maka kesuksesan dalam ERP tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut :

ü  Management atau organisasi; yang meliputi , pelatihan yang berkelanjutan, keterlibatan, pemilihan tim, komitmen stakeholder, serta peran dan tanggung jawab.

ü  Proses; meliputi alignment, dokumentasi, integrasi, dan re-desain proses. Teknologi; meliputi hardware, software, manajemen sistem, dan interface. Data; yang meliputi file utama, file transaksi, struktur data, dan maintenance dan integrasi data. Personel; yang meliputi edukasi, pelatihan, pengembangan skill, dan pengembangan pengetahuan

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

  1. A.           Contoh Kasus

New York Times dan Boston Scientific: Dua inovasi teknologi informasi yang berbeda

Sebuah kelompok riset dan pengembangan, didirikan pada tahun 2006 oleh NYT. Merupakan layanan bersama untuk unit usahanya yang meliputi hampir dua lusin koran, satu stasiun radio dan lebih dari 50 website.“Tujuan kami untuk mempercepat masukan menjadi bentuk baru, dengan mengidentifikasikan kesempatan, konsep dan ide-ide.” kata Michael Zimbalist, wakil presiden bagian riset dan pengembangan.

Staf Zimbalist yang terdiri dari 12 ahli di bidang perangkat bergerak atau cloud computing dan pencari data yang menelusuri web site untuk memantau apa yang dikerjakan pengunjungnya. Hasil kerja kelompok ini untuk membantu pencapaian inovasi antar tiap unit usaha. Di NYTimes.com, kelompok pengembang desain dan produk dari Marc Frons, CTO Digital Operations, bekerjasama dengan kelompok Zimbalist dan pengembang aplikasi Times Reader 2.0 dari Adobe AIR.

NYT bekerja sama dengan penyewaan film yang populer yaitu Netflix, telah meluncurkan peta interaktif yang mencakup 12 kota besar Amerika: New York, San Fransisco, Boston, Chicago, Washington, Los Angeles, Seattle, Minneapolis, Denver, Atlanta, Dallas dan Miami.

Dengan peta ini, dapat diketahui 100 film yang paling banyak disewa. Bisa juga berdasarkan berdasarkan 3 kriteria: Paling disukai atau dibenci kritikus, daftar secara alfabetis, atau paling banyak disewa. Contohnya, pilih yang paling banyak disewa, letakkan pointer mouse pada peta daerah yang diinginkan, maka akan muncul informasi film Netflix yang paling banyak untuk daerah itu.

Hasilnya cukup menarik untuk disimak. Contohnya film terlaris disewa pada tahun 2009 adalah The Curious Case of Benjamin Button, meskipun film Slumdog Millionaire dan Twilight ada di 10 besar. Film Milk, tentang aktivis Harvey Milk dari San Fransisco, laris di San Fransisco dan pusat kota lain, tapi tidak di daerah pinggiran bagian selatan (seperti Dallas dan Atlanta).

Film Blockbuster (misalnya Wanted dan Transformer:Revenge of the Fallen) ternyata tidak terlalu populer. Meskipun hal ini bisa disebabkan karena banyak orang menonton film tersebut di bioskop. Apa yang dilakukan NYT ini dapat dikategorikan proses atau produk inovasi. Perusahaan yang sehat dan berkembang, seharusnya 90-95 % dari dana inovasi terfokus pada inovasi usaha inti dan 5-10 % pada model usaha baru, kata Mark Johnson pimpinan dari biro konsultan inovasi strategis Insight, tetapi dalam industri suratkabar, inovasi model usaha jauh lebih penting dari sebelumnya.

NYT fokus bereksperimen dengan berbagai inovasi, tetapi Boston Scientific menghadapi tantangan yang bebeda. Bagaimana berbagi inovasi tanpa resiko kebocoran hak cipta yang berharga. Perusahaan mengembangkan teknologi yang menggabungkan perpaduan akses dan keamanan.

Boston Scientific ingin agar penghalang yang membatasi pengembang produk pada akses data riset, dihilangkan. Dengan demikian pengembang dapat membuat produk lebih cepat. Tetapi data yang terlalu mudah diakses, berpotensi terjadi pencurian data bernilai jutaan dollar. Masalah klasik keamanan data perusahaan. “Makin banyak info yang diberikan pada pekerja, makin efektif mereka memberi nilai pada perusahaan.” kata Boris Evelson, analis prinsipal di Forrester. “Hal ini menimbulkan resiko, seseorang akan membawa keluar data dan memberikan pada perusahaan saingan.”

Dilema ini membuat perusahaan seharga 8 juta dollar ini mencari perangkat lunak yang memungkinkan berbagi data sambil membatasi aksesnya, kata Jude Currier pimpinan praktisi manajemen dan inovasi kardiovaskular di Boston Scientific. Keamanan aktif adalah jalan untuk mengatasi masalah itu, yang berarti secara teratur mengawasi siapa mengakses apa dan mengatur pembatasan sesuai perubahan kondisi bisnis. Boston Scientific dahulu menggunakan tempat tertutup yang membatasi akses ke jalur produksi yang lain. Informasinya terkunci begitu rapat sehingga walaupun ada suatu penemuan yang berguna dari proyek yang lalu, seringkali hanya sedikit yang bisa mengaksesnya.

Perangkat lunak Invention Machine Goldfire, kata Currier, menyediakan proporsi yang tepat antara keterbukaan dan keamanan data. Meski tujuannya adalah keterbukaan, tidak semua data terbuka selamanya. Sebagai contoh, jika sebuah proyek mendekati tahap aplikasi paten, akses ke data itu akan dipersempit ke beberapa orang saja, kata Currier. “Kami harus mengedukasi orang-orang bahwa kami tidak menyampingkan keamanan, tetapi membuat pengetahuan yang berharga tersedia untuk perusahaan.” katanya.

  1. B.            Pertanyaan Kasus

 

  1. Seperti dinyatakan dalam kasus, The New York Times memilih untuk membangun kelompok pendukung inovasi-inovasinya sebagai sebuah layanan yang saling terkait dan berbagi di seluruh unit bisnisnya. Menurut anda apa maksudnya? Apa keuntungan memilih pendekatan tersebut? Adakah kelemahannya?
  2. Boston Scientific menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan keamanan dalam pembagian kebutuhan untuk membatasi akses informasi. Bagaimana penggunaan teknologi yang dapat memungkinkan perusahaan untuk dapat mencapai kedua tujuan tersebut pada waktu yang sama? Perubahan budaya apa saja yang dibutuhkan untuk kemungkinan tersebut? Apakah hal-hal menjadi sangat penting daripada teknologi terkait isu diatas?
  3. Peta penyewaan video yang dikembangkan oleh The New York Times dan Netflix grafis yang menampilkan film-film terpopular di seluruh lingkungan dari kota-kota besar di Amerika Serikat. Bagaimana Netflix menggunakan informasi ini untuk meningkatkan bisnis mereka? Dapatkah perusahaan-perusahaan lain mengambil keuntungan dari data ini? Bagaimana? Berikan beberapa contoh?

 

  1. C.           Jawaban Kasus

Jawaban kasus nomor 1 :

Shared service atau berbagi layanan mengacu pada keinginan untuk memberikan sejumlah nilai atau value kepada stakeholder, yang antara lain didominasi oleh keinginan mereduksi biaya pengelolaan sejalan dengan target meningkatkan kualitas pelayanan. The New York Times membuat inovasi ini yang merupakan keunggulan sekaligus ciri utama Shared Service adalah :

  1. Standarisasi, streamline dan otomasi baik itu proses, program ataupun kebijakan melalui pemanfaatan teknologi informasi / ERP platform ataupun web based sejauh memungkinkan.
  2. Mengalihkan semua aktivitas transaksional termasuk administrasi data ke dalam konsep low cost channels dan menekankan pola self service sebagai saluran utama delivery service-nya sehingga mudah, cepat dan murah.
  3. Mengintegrasikan dan konsolidasi layanan lintas region dan business unit seperti standarisasi, organization alignment.

peranan Information Technology sangatlah penting, shared service mensyaratkan infrastruktur IT sebagai pilar utama disamping tiga pilar penting lainnya Organisasi, People dan Proses. Selain itu dalam membuat inovasi ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada anggota di semua unit usahanya agar dapat berkontribusi untuk The New York Times sehingga akan timbul kerja sama dan memberikan sinergi dalam mengembangkan dan menerapkan inovasi di semua unit usaha.

Keuntungan yang diterima oleh NYT melalui pendekatan inovasi ini adalah perusahaan akan terbentuk dan berkesinambungan, sehingga membuat perusahaan menjadi kokoh karena karyawan turut langsung melakukan inovasi ini, kemudahan memberikan masukan, mengikuti teknologi informasi yang sedang berkembang, memperluas jaringan dengan berbagai jenis kelompok/segmen, membuka interaksi baru dengan masyarakat atau golongan tidak hanya melalui majalah/news paper, tetapi juga melalui cara lain seperti contoh hubungan antara Netflix rentals, dan rasa loyalitas karyawan terhadap perusahaan akan semakin tinggi sehingga berbagai ide akan cepat digali dari karyawan sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan tercapai efisiensi terhadap hal biaya karena proses perbaikan dan proses kerja dengan menggunakan sistem informasi memadai.

Kelemahan dari pemdekatan ini adalah karena melibatkan semua karyawan di masing-masing unit bisnis sehingga akan mempengaruhi dalam hal pengambilan keputusan karena banyaknya ide dan selera karyawan yang berbeda membuat perusahaan akan lebih sulit mengambil keputusan. Lalu NYT akan banyak melakukan perubahan dalam sistemnya sehingga akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi ulang dan adapun biaya yang digunakan untuk mensosialisasikan sistem itu di awal akan besar

Jawaban kasus nomor 2 :

Penggunaan Teknologi informasi memberikan dampak yang positif dan negatif terhadap penggunanya. Dampak positif yang dapat diambil terhadap teknologi informasi ini adalah memungkinkan perusahaan untuk dapat saling memberi dan mendapatkan informasi antar satu perusahaan dengan perusahaan lain dalam mencapai tujuan. Akses web site antara satu perusahaan dengan perusahaan lain atau dari masyarakat merupakan sesuatu yang lazim dan tidak dapat dihindari.sehingga dari proses itu akan menimbulkan dampak negatif dengan memanfaatkan kondisi ini  para pesaing untuk mendapatkan berbagai informasi yang sebenarnya merupakan rahasia perusahaan jika perusahaan tidak melakukan pembatasan terhadap akses ini. Contoh teknologi ini adalah untuk informasi-informasi yang sifatnya rahasia perusahaa, tidak semua orang dapat mengakses informasi tersebut hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengaksesnya dengan menggunakan password, sehingga dampak negatif dapat diminimalkan. Oleh karena itu, untuk meminimalkan dampak negatif dari keterbukaan informasi digunakan sistem alur kerja otomatis untuk membatasi akses informasi dan mengetahui rekam jejak dari pengakses data.

Jenis budaya yang memungkinkan untuk menjaga keseimbagan tersebut adalah budaya “bekerja dengan cara memonitor aktivitas siapa mengakses apa” dan melakukan perubahan otorisasi dalam mengakses infomasi tersebut ketika kondisi bisnis berubah. Budaya dalam dalam mengantisipasi dampak negatif dari keterbukaan informasi dalam teknologi informasi lebih penting daripada teknologi itu sendiri dikarenakan teknologi hanyalah sebagai alat bantu sementara rahasia perusahaan adalah segalanya. Apabila rahasia perusahaan dibobol oleh pihak pesaing, kelangsungan hidup perusahaan tersebut sudah pasti akan terancam.

Boston Scientific menggabungkan cara cara menembus control yang menghambat akses informasi satu sama lain sehingga terjadi keterbukaan akses informasi  dan juga hal ini dapat mempermudah untuk mengembangkan produk atau inovasi baru. Untuk mengurangi dampak negatif  dari hal ini diperlukan sisitem untuk membatasi akses tersebut, dilakukan dengan cara: Menggunakan ‘’active security”  dan yang dipakai oleh Boston Scientific dinamakan Sofware Gold Fire, Memonitor aktivasi dan siapa yang meng akses dan konten apa yang diakses,Menetapkan aturan prosedur untuk mengakses, Melakukan review dan pemeliharaan system keamanan secara berkala.

Jawaban kasus nomor 3:

NYT dan Netflix bekerja sama dalam hal pengembangan peta penyewaan video yang dimana hanya menampilkan film-film popular di lingkungan  kota-kota besar di Amerika Serikat. Maksud dari kerja sama ini untuk memberikan informasi kepada para pelanggan tentang film-film apa saja yang pada saat ini paling disukai dan paling tidak disukai oleh masyarakat luas di setiap negara bagian di mana pelanggan itu tinggal, selain itu memberikan informasi mengenai  judul-judul film yang paling banyak disewa oleh pelanggan saat ini. Informasi ini tentu sangat berguna bagi Netflix dalam mengambil keputusan sehingga Netflix dapat membuat peta permintaan masyarakat dan memutuskan film apa saja yang akan diperbanyak stocknya dan film apa saja yang perlu dibatasi stocknya. Perusahaan-perusahaan lain bisa saja mengambil keuntungan dari penerapan informasi tersebut karena peta tersebut menunjukkan tingkat permintaan masyarakat pada film-film tertentu, sehingga perusahaan pesaing dapat memanfaatkan informasi tersebut kepentingan bisnisnya. Namun manfaat yang diperoleh tidak banyak dan tidak perlu dikhawatirkan karena peta ini lebih mengarah pada kharakteristik pelanggan Netflix, bukan selera masyarakat secara umum. Artinya film yang masuk kategori popular berdasarkan peta Netflix belum tentu popular di mata masyarakat umum. Namun Perusahaan lain juga dapat mengambil keuntungan dari data – data yang disajikan. Karena memungkin kembali film – film yang dahulu pernah popular akan kembali dicari. Tidak mustahil film – film lama akan kembali diproduksi atau diedarkan. Contohnya: Perusahaan perfilman dapat kembali mengedarkan film lama yang memiliki rating paling disukai sehingga dapat memperbanyak stock film tersebut, dan majalah yang membahas mengenai perfilman dapat dapat menulis artikel artikel mengenai film – film tersebut.

BAB IV

KESIMPULAN

Sistem informasi dan teknologi informasi yang digunakan oleh kedua perusahaan dalam hal inovasi bisnis seperti yang dilakukan oleh NYT yaitu bekerja sama dengan Netflix untuk mengetahui kesenangan masyarakat di suatu area pada perfilman dan Boston Scientific yang menggunakan teknologi informasi unutk menjaga keamanan informasi perusahaan namun masih dapat diakses untuk melihat informasi yang umum, membantu kinerja perusahaan dalam menggapai tujuan perusahaan. Sehingga dengan cara ini perusahaan dapat lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan namun tetap dekat dengan masyarakat dan karyawannya. Penggunaan teknologi informasi dapat memungkinkan perusahaan untuk dapat saling memberi dan mendapatkan informasi antar satu perusahaan dengan perusahaan lain dalam mencapai tujuan.

Sharing Knowledge Capability pada KPPN Prima

  • October 3, 2011 9:48 am

Sharing Knowledge Capability

Sharing Knowledge Capability pada KPPN Prima

  • October 3, 2011 9:43 am

Tugas Mata Kuliah Teori Organisasi & Manajemen Pengetahuan

Dosen  : Dr. Ir. Arif Imam Suroso MSc

 

Sharing Knowledge Capability pada KPPN Prima

Oleh :

Fariza Anindya

P.056101431.46

Bab I

Pendahuluan

 

  1. A.     Latar Belakang

Manajemen pengetahuan (knowledge management) dalam perkembangannya selalu menjadi perhatian baik oleh para akademisi maupun praktisi bisnis. Pengembangan manajemen pengetahuan ini menjadi penting bagi organisasi terutama perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang kompetitif. Untuk itu organisasi memerlukan tools atau cara dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin berkembang secara cepat dan ketat. Menurut Orr dan Perrson dalam Hilmi Aulawi, dkk, 2009, memberikan gambaran bahwa organisasi telah menyadari untuk mampu bersaing dalam kondisi perkembangan pasar yang semakin cepat membutuhkan pengembangan kompetensi dan pengetahuan (knowledge) yang ada dalam organisasi/ perusahaan . Knowledge managament menjadi penting bagi perusahaan karena merupakan aset kunci agar perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang berkesinambungan yang berasal dari dalam organisasi tersebut.

Menurut B. Elnath Aldi, 2005, terdapat dua sumber dalam menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan, yaitu External Source (sumber yang berasal dari luar organisasi) dan Internal Source (sumber yang berasal dari dalam organisasi). Sumber yang berasal dari luar organisasi seperti sumber daya alam, teknologi, tenaga kerja dan lainnya. Sedangkan sumber yang berasal dari dalam organisasi yaitu kompetensi karyawan, struktur organisasi, sistem kerja organisasi, kreatifitas untuk menguntungkan organisasi, dan manajemen pengetahuan (knowledge management). Saat ini belum banyak perusahaan dalam memanfaatkan knowledge management sebagai salah satu keunggulan kompetitif yang penting bagi perusahaan, dan yang menjadi lebih penting bahwa knowledge management melekat dalam organisasi dan individu karyawan dalam perusahaan tersebut.

Dalam hal ini Kasus knowledge manajemen dicontohkan dalam perusahaan KPPN yaitu kantor pelayanan pembendaharaan Negara dimana dalam upaya mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Keuangan, KPPN mempunyai tugas melayani masyarakat dalam hal pelaksanaan anggaran. Kegiatan utamanya adalah pengelolaan keuangan negara (APBN), baik di sector penerimaan maupun pengeluaran negara. Pembentukan KPPN prima ini diharapkan dapat menghapus citra buruk yang melekat pada instansi pemerintah yaitu proses pekerjaan yang lambat, jalurnya panjang, jorok, dan sarat dengan “uang pelicin” dalam dalam memberikan pelayanan. Untuk dapat melayani masyarakat dengan cepat diperlukan suatu sumber daya manusia yang memahami dengan benar teknis pekerjaan. Pada kenyataannya banyak aturan pembayaran yang harus dikuasai oleh para pegawai KPPN Prima tersebut. Misalnya seorang petugas front office harus menentukan apakah pembayaran dengan beban bantuan luar negeri A bisa dibayarkan secara langsung atau harus melalui tahapan pembayaran. Kegagalan dalam membuat keputusan ini akan menyebabkan terlambatnya pembayaran yang diajukan oleh masyarakat. Dan misi yang diemban oleh KPPN Prima dalam melakukan pelayanan primanya akan tidak sesuai yang diharapkan. Namun demikian, petugas KPPN Prima juga seorang manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Tidak mungkin menguasai seluruh pekerjaan yang sangat beragam dalam waktu yang singkat disamping beban kerja yang sangat besar. Disisi lain, apabila petugas front office itu masih harus mencarisurat edaran atau petunjuk teknis , akan memakan waktu yang lama. Hal iniakan mengakibatkan terhambatnya proses selanjutnya yang semestinya berjalan dengan cepat.

B. Tujuan

Pembuatan makalah ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan memahami teori knowledge management dan penerapannya dalam bentuk sharing knowledge capability yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk yang dapat diterima oleh masing-masing individu. Makalah ini mencoba untuk membahas pendekatan sharing knowledge capability dalam ruang lingkup perusahaan KPPN.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

  1. A.     Manajemen Pengetahuan

Kemampuan untuk berbagi pengetahuan, ide, perspektif, atau solusi antara kolaborator, mewakili keuntungan strategis terbesar. Manajemen Pengetahuan (KM) merupakan proses sistematis memanfaatkan dan pengetahuan individu dan kolektif memanfaatkan tersedia dengan menghubungkan orang ke orang dan orang-orang untuk pengetahuan dan informasi yang mereka butuhkan untuk bertindak secara efektif dan efisien untuk menciptakan pengetahuan baru.

KM memfokuskan diri pada tujuan perusahaan seperti meningkatkan penampilan perusahaan, competitive advantage-nya, inovasi, sharing terhadap hal-hal yang sudah dipelajari, dan perkembangan yang secara terus menerus yang ada di perusahaan. KM dengan organizational learning saling melengkapi satu sama lain. KM juga dapat membantu individu atau group untuk membagi wawasan dan pengetahuan yang ia dapatkan di perusahaan untuk mengurangi pekerjaan yang banyak, menghindari tekanan akibat pekerjaan yang menumpuk, dapat mengurangi waktu yang harus dibuang untuk memberi pelatihan kepada setiap karyawan baru, dan dapat menguasai keadaan perusahaan saat tingkat dan jumlah pengunduran diri sangat banyak terjadi di sebuah perusahaan dan juga untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan pasar.

Amrit Tiwana (1999) mendefinisikan knowledge management secara luas dalam arti memanajemeni pengetahuan sebagai “ …management of organizational knowledge for creating business value and generating a competitive advantage.” Knowledge Management memberikan kemampuan untuk mencipta, mengkomunikasikan dan menerapkan pengetahuan yang diperlukan dan berguna bagi pencapaian semua jenis tujuan bisnis. Menurut Amrit Tiwana “Knowledge management is the ability to create and retain greater value from core business competencies.” Knowledge Management menyelesaikan masalah bisnis particular mencakup penciptaan dan penyebaran barang atau jasa inovatif, mengelola dan memperbaiki hubungan dengan para pelanggan, mitra dan pemasok juga mengadministrasi serta meningkatkan praktek dan proses kerja. Schreiber et al (2000), knowledge management diartikan sebagai sebuah kerangka dan sebuah alat untuk memperbaiki infrastruktur pengetahuan organisasi, yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar kepada orang yang benar di waktu yang benar pula. Menurut Liss (1999) knowledge management adalah proses yang diarahkan untuk mencari tahu pengetahuan pribadi yang dimilki individu dalam suatu organisasi dan mencari cara untuk membuat pengetahuan tersebut dapat dimiliki oleh orang lain. Knowledge sharing atau berbagi pengetahuan mempunyai definisi yaitu proses dimana para individu yang ada dalam organisasi saling berbagi atau mempertukarkan pengetahuan diantara mereka (Hooff dan Ridder dalam Luciana Andrawina, dkk, 2008).

Secara umum Knowledge Management dapat didefiniskan sebagai satu set (himpunan) intervesi orang, proses dan tool (teknologi) untuk mendukung proses pembuatan, pembauran, penyebaran dan penerapan pengetahuan.

1. Pembuatan (creation) pengetahuan adalah proses perbaikan dari pengetahuan yang ada melalui proses pengalaman yang ada. Biasanya proses ini terjadi ketika ada deteksi kesalahan dan perbaikannya.

2. Lesson learned merupakan salah satu contoh output dari knowledge creation.

3. Pembauran (assimilation) pengetahuan merupakan proses pengumpulan, penyimpanan pengetahuan yang dibuat dengan pengetahuan yang sudah ada di organisasi/perusahaan.

4. Penyebaran (dissemination) pengetahuan merupakan proses pengambilan dan penyebaran pengetahuan untuk dipergunakan dalam proses pengalaman yang lainnya.

Secara sederhana, knowledge merupakan informasi yang digunakan dalam tindakan. Penggunaan informasi ini berkaitan dengan gagasan mengenai informasi yang diperlukan tersedia di suatu tempat pada saat yang tepat, dalam konteks yang tepat dang dengan cara yang cepat dan tepat sehingga setiap orang dapat menggunakannya untuk mendukung pengambilan keputusan setiap saat. Knowledge dapat diklasifikasikan dalam 2 kategori yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge.acit knowledge merupakan milik perorangan, knowledge konteks yang spesifik yang sulit diformulasikan, dicatat atau diucapkan, dan tersimpan didalam pikiran seseorang. Komponen tacit terutama terbentuk melalui proses trial and error dan dialami dalam praktek. Sedangkan explicit knowledge merupakan komponen knowldge yang dapat dikodekan dan diteruskan dalam bahasa sistematik dan formal seperti dokumen, data base, web dan lain sebagainya.

Hanya sebagian kecil dari tacit knowledge yang dapat disusun dalam database, buku, panduan, dokumen dan prensentasi , sebagian besar lainnya tetap berada dalam pikiran seseorang. Hal ini berarti ketika seseorang yang memilki knowledge meninggalkan organisasi berarti seluruh pengetahuan yang dimilki orang tersebut juga ikut meninggalkan organisasi tersebut. Sebaliknya pengetahuan yang dapat disimpan secara explicit akan tetap berada didalam organisasi walaupun seseorang meninggalkan oraganisasi tersebut.

Proses penciptaan pengetahuan adalah proses berulang yang merupakan interaksi antara pengetahuan tacit dan explicit. Interaksi dari pengetahuan ini akan menghasilkan suatu pengetahuan baru. Empat langkah pengetahuan ini dikenal dengan model SECI (socialization, externalization ,combination and internalization) Socialization meliputi kegiatan berbagi pengetahuan tacit antar individu biasanya disebarkan melalui kegiatan bersama, berdiskusi bersama. Externalization membutuhkan penyajian pengetahuan tacit ke dalam bentuk yang lebih umum sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Dalam prakteknya, ekternalisasi didukung oleh dua faktor kunci. Pertama , konversi dari tacit ke explicit, kedua menerjemahkan pengetahuan tacit dari para ahli kedalam bentuk yang dapat dipahami, misalnya dokumen. Combination meliputi konversi pengetahuan explicit ke dalam bentuk himpunan pengetahuan explicit yang lebih kompleks. Internalization merupakan konversi dari pengetahuan explicit ke dalam pengetahuan tacit organisasi. Knowledge management (KM) adalah merupakan proses sistematis untuk menemukan, memilih, mengelola, menyaring dan menyajikan informasi dalam suatu cara yang dapat meningkatkan pengetahuan individu dalam suatu lingkungan. KM memungkinkan penciptaan,pencapaian dan penggunaan segala macam knowledge untuk mencapai tujuan bisnis.

 

 

B. Knowledge Sharing

 

Berbagai definisi diutarakan mengenai pengertian pengetahuan. Pengetahuan bukan merupakan suatu data atau informasi, namun dapat berhubungan dengan keduanya (Davenportdan Prusak, 2000). Pengetahuan didefinisikan sebagai: a fluid mix of framed experience, value, contextual information, and expert insight that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information. It origins and is applied in the minds of knowers. In organisation, it often becomes embedded not only in documents or repositories buat also in organizational routines, processs, practices, and norms (Davenport dan Prusak, 1998).

Knowledge sharing didefinisikan sebagai sebuah pertukaran pengetahuan antar dua individu; satu orang yang mengkomunikasikan pengetahuan, seorang lainnya mengasimilasi pengetahuan tersebut (Jacobson, 2006). Penelitian lain mengartikan knowledge sharing sebagai “the exchange or transfer process of fact, opinions, ideas, theories, princples and model within and between organizations include trial and error, feedback, and mutual adjustment of both the sender and receiver of knowledge” (Szulanski, 1996). Definisi diatas diperluas lagi dengan pernyataan bahwa knowledge sharing merupakan proses dimana individu secara kolektif dan iteratif memperbaiki sebuah pemikiran, gagasan, atau saran sesuai dengan petunjuk pengalaman (West dan Mayer, 1997). Gasasan awalnya dapat dimodifikasi secara progresif atau ditolak secara terus-menerus sampai perspektif bersama muncul.Ireland, Hitt dan Vaidyanath (2002) mendefinisikannya sebagai proses mengembangkan, mentransfer, mengintegrasikan dan menggunakan pengetahuan secara efektif dan efisien.

Hooff dan Ridder (2004) memberikan pemahaman mengenai knowledge sharing sebagai proses dimana para individu secara mutual mempertukarkan pengetahuan mereka (tacit and explisit) dan secara terpadu menciptakan pengetahuan baru. Definisi ini memberi gambaran bahwa dlihat dari segi perilaku knowledge sharing terdiri dari dua hal, yaitu:

  1. knowledge donating, yaitu bagaimana seseorang mengkomunikasikan model intelektual individu seseorang kepada yang lainnya.
  2. knowledge collecting, yaitu bagaimana seseorang berkonsultasi kepada pihak lain untuk melakukan model intelektual individu yang dimiliki.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

Pada pembahasan kali ini mengangkat kasus dari KNNP prima yakni seperti instansi pemerintah lainnya, dalam  masalah  kepergawaian  DJPb akan  dihadapkan  pada perubahan jumlah kepegawaian. Baik itu dikarenakan masalah pensiun, meninggal atau pindah dari satu instansi ke instansi lainnya.

Pegawai yang telah lama mengabdi pada DJPb, sebagian besar mempunyai pengetahuan yang luas mengenai tata cara pembayaran APBN. Pegawai-pegawai tersebut telah sering mengikuti berbagai pelatihan, seminar, diklat mengenai APBN.Parapegawai tersebut juga berpengalaman dalam hal pencairan dana APBN, dimana pengusaan pengetahuan yang luas sangat membantu mereka dalam bekerja.

Berbagai kegiatan telah dilakukan  dalam  rangka meningkatkan  pengetahuan bagi para pegawai DJPb. Mulai dari kewajiban mengadakan gugus kendali mutu dan pendidikan teknis dasar perbendaharaan bagi pegawai yang baru masuk. Namun, tidak semua permasalahan yang dihadapi di lapangan diajarkan dalam berbagai diklat tersebut. Pengalaman para pegawai senior dalam menghadapi berbagai macam situasi pembayaran dana APBN sangatlah berharga. Pengetahuan yang dimiliki oleh para pegawai senior tersebut hanya dimiliki oleh pegawai tersebut. Apabila ada suatu permasalahan, biasanya pegawai lain akan bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman tentang permasalahan tersebut. Bisa dibayangkan apabila suatu saat nanti pegawai yang berpengalaman tersebut meninggal dunia atau pindah ke instansi di luar DJPb. Pengetahuan yang dimiliki pegawai tersebut akan ikut pindah karena tidak adanya suatu sistem yang dapat menyimpan pengetahuan orang tersebut menjadi pengetahuan instansi yang dapat diakses oleh setiap orang yang berkepentingan.

Pada saat ini para pegawai KPPN belum secara maksimal memanfaatkan hasil pendidikan dan latihan yang telah diberikan dikarenakan orang-orang yang mengikuti pendidikan dan latihan tidak pernah memberikan ilmu yang telah dipelajarinya kepada orang lain. Begitu pula dengan gugus kendali mutu yang diadakan secara rutin tiap bulan, hanya merupakan komunikasi satu arah dari pimpinan ke bawahan, sehingga hal ini tidak menambah pengetahuan baru bagi para pegawainya, serta hal yang disampaikan biasanya hanya bersifat pengulangan seperti masalah disiplin pegawai, bukan pada teknis pekerjaan.

Oleh karena itu salah satu cara untuk menyebarkan pengetahuan bagi para pegawai KPPN baru, adalah dengan cara knowledge sharing. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan syarat tambahan bagi peserta diklat yang akan mengikuti suatu diklat tertentu untuk menyebarkan hasil diklat yang diperolehnya dengan cara mempresentasikannya di depan semua pegawai KPPN, sehingga setiap pegawai KPPN walaupun tidak mengikuti diklat secara langsung dapat menambah pengetahuannya tentang bidang tugas KPPN dari presentasi orang yang mengikuti diklat tersebut.

Gugus kendali mutu yang selama ini diadakan, juga kurang terdokumentasi dengan baik, dan tidak diikuti oleh seluruh pegawai. Sebaiknya gugus kendali mutu diadakan dengan suatu nota dinas dari pimpinan yang mewajibkan seluruh pegawai untuk hadir dan berpartisipasi secara aktif. Hal ini bisa dilakukan apabila ada reward and punishment yang jelas. Di mana seorang pegawai akan mengalami penurunan tingkat (grade) dari penghasilan yang diterima apabila tidak mengikuti gugus kendali mutu dan mendapatkan penghargaan kenaikan tingkat apabila secara aktif mau berbagi pengetahuan dalam gugus kendali mutu.

Hal yang telah diuraikan di atas harus di dokumentasikasikan dengan baik sehingga pengetahuan yang telah disebarkan dapat dinikmati oleh setiap pegawai KPPN yang akan masuk. Hasilnya adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap pegawai KPPN merata, sehingga apabila ada pegawai KPPN yang pindah, pengetahuannya tidak ikut pindah, karena telah terdokumentasi dengan baik. Namun demikian hal ini, hal ini tergantung dari pimpinan yang mampu membuat KPPN menjadi organisasi yang belajar, sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima
bagi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dengan KPPN

Dengan adanya sharing knowledge di KPPN diharapkan KPPN akan dapat memberikan  pelayanan dengan mutu yang sempurna yang diberikan oleh KPPN prima, sehingga harapan untuk dapat lebih baik setelah adanya knowledge sharing berupa kewajiban menyampaikan hasil diklat dan kewajiban berpartisipasi aktif dalam gugus kendali mutu. Namun, hal ini perlu didukung oleh pimpinan yang visioner, yang mendukung terciptanya KPPN sebagai organisasi pembelajaran.

Dengan peningkatan pengetahuan tersebut, para pegawai KPPN dapat lebih meningkat lagi melakukan pelayanan terhadap penyaluran dana APBN yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu keuntungan dengan adanya knowledge sharing akan mengefisiensikan anggaran diklat KPPN, karena bila karyawan yang telah diberikan diklat dapat berbagi pengetahuan  yang dimiiki untuk dapat memaksimalkan pekerjaan, mengefektif dan mengefisienkan suatu pekerjaan, maka ilmu yang karyawan baru yang baru masuk KPPN akan sama dengan yang telah lama. Karyawan baru akan lebih cepat mengerti apa yang harus mereka kerjakan tanpa harus diberikan diklat terlebih dahulu. Pertukaran ilmu dari yang tidak tahu menjadi tahu merupakan hal yang penting dalam sebuah perusahaan untuk memajukan perusahaan tersebut sehingga tujuan perusahaan akan mudah dicapai.

Hal yang penting dari cerita di atas adalah kita harus membuat suatu wadah untuk menampung berbagai knowledge management sehingga walaupun kehilangan orang yang bekerja, perusahaan tidak kehilangan knowledge managementnya, dan karyawan baru bisa cepat menyesuaikan diri.

 

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Kesimpulannya dari kasus ini adalah pegawai yang memiliki pengetahuan yang lebih mengenai suatu pekerjaan dapat diajarkan langsung kepada karyawan barunya sehingga bila pegawai yang telah lama bekerja di KPPN dan mengundurkan diri, dipindah bagiankan ataupun meninggal dunia, kemampuan atas kemahiran pegawai tersebut dalam pekerjaannya tidak akan hilang sehingga bisa diteruskan oleh pegawai barunya. Kemampuan knowledge sharing akan membuat perusahaan lebih efektif dalam menjalankan perusahaan, sehingga perlu adanya peraturan baru yang diberikan reward atau punishment mengenai karyawan yang telah diberikan diklat wajib membagi pengetahuan tersebut agar kemampuan masing-msing karyawan bisa merata dan tujuan perusahaan dalam meningkatkan mutu pelayanannya tercapai secara efektif dan efisien.

 

B. Saran

Saran untuk KPPN adalah diberikan wadah untuk menampung segala kemampuan karawan agawan senior seharar bisa berbagi antar karyawan. Proses knowledge sharing harus didukung antar sesama karyawan dan perusahaan dengan kesadaran akan pentingnya knowledge management hingga dapat membuahkan pengetahuan baru untuk karyawan lain untuk memajuakan kepentingan perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?view=article&catid=25%3Aindustri&id=809%3Aknowledge-sharing&tmpl=component&print=1&page=&option=com_content&Itemid=14. Diakses 30 september 2011.

Aulawi H, etc. 2009. Hubungan Knowledge Sharing Behavior dan Individual Innovation Capability. Jurnal Teknik Industri, Vol. 11, No. 2. pp. 174-187.

Estriyanto, Y. dan Sucipto, T. L. A. 2008. Implementasi Knowledge Management Pada APTEKINDO, Pembentukan Sharing Culture Antar Pendidikan Teknologi dan Kejuruan di Indonesia. Konvensi Nasional IV APTEKINDO.

MegawanI.2008. Upaya Peningkatan Pelayanan pada KPPN Prima Melalui Knowledge Management System. http://iatt.kemenperin.go.id/tik/fullpaper/fullpaper36_iwan_megawan.pdf diakses tanggal 30 september 2011.

Chocolate Wars

  • September 25, 2011 1:53 am

Fariza Anindya

Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan

Marketing Class R46 Master of Management Graduate Program of Management on Business Bogor Agricultural University ( Institute Pertanian Bogor-IPB) Indonesia

“Chocolate wars”

Bab 12. Merek popular belum tentu dikonsumsi dan analisis hubungan antara persepsi popularitas, persepsi sepsi harga dan merek yang dikonsumsi.

Coklat merupakan makanan yang sangat disukai oleh banyak kalangan. Ada dua merek coklat yang terkenal di dunia yaitu coklat Hersey dan Mars. Kedua coklat ini memiliki rasa yang enak pada rasa coklatnya. Semua orang di Amerika mengakui rasa enak itu. Beragam bentuk promosi di lakukan oleh kedua merek coklat itu, mulai dari iklan di tv dengan menggunakan tokoh kartun dan dengan memasuki beberapa market di Amerika seperti di Forest market, wall mart. Snack food dan supermarket besar lainnya di amerika.namun coklat yang masuk ke industri coklat di Indonesia lebih banyak produk coklat dengan merek Mars seperti sneakers, m&m,mars bars dan masih banyak lagi. Keterkenalan produk hersey di Amerika tidak berkorelasi dengan produknya yang masuk di Indonesia, karena produk yang masuk di Indonesia kebanyakan Produk dari Mars Bar buak produk Hersey. Namun di Indonesia sendiri memiliki banyak produk coklat yang dipasarkan seperti Cadburry, Silverqueen, dan beberapa merek coklat lain. Produk coklat ini lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia dibandingkan dengan produk coklat  Mars Bar ataupun Hersey, karena merek produk coklat seperti Cadburry dan Silverqueen telah menjadi suatu hal yang biasa di Indonesia, sehingga kepopuleran merek Hersey atapun Mars Bar di Amerika dan Eropa belum trentu banyak di konsumsi di Indonesia sehingga tidak berkorelasi langsung terhadap merek dan jumlah yang dikonsumsi. Di Amerika produk coklat Hersey menjadi Top Of Mind karena perusahaan coklat itu sempat mengiklankan dengan menggunakan tokoh kartun dan menginvestasikan produknya pada film E.T sehingga sempat menjadikan produk itu diingat oleh semua orang di Amerika dan Eropa. Perusahaan Hersey sempat mengalami penurunan keuntungan karena ada kenaikkan harga biji coklat dan banyak yang mengatakan bahwa coklat dapat menyebabkan obesitas dan gigi rusak. Tapi semua itu terlewati dengan jalannya waktu. Semakin kesini persaingan coklat Hersey dan Mars semakin kuat dengan berbagai cara promosi seperti free of charge dan melalui jalur militer untuk tetap kuat di pasaran Amerika dilakukan oleh kedua perusahaan coklat tersebut.

Merek coklat yang dipersepsikan paling popular, paling berkualitas, berharga paling mahal oleh sebagian masyarakat di Amerika adalah Hersey, karena memiliki produk coklat paling mahal dengan campuran bahan lain. Orang-orang Amerika dan Eropa akan membayar berapaun harganya untuk mendapatkan coklat tersebut yang bernama Godira Chocolitier. Produk Hersey dan Mars telah terkenal di masyarakat sebagai produk yang harganya sedikit lebih mahal dibandingkan coklat lain, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ada coklat yang lebihmahal lagi dafri kedua merek tersebut. Namun yang menjadi Top Of Mind masyarakat eropa dan Amerika. Berdasarkan variable persepsi popularitas, persepsi kualitas, dan merek yang dikonsumsi sebagai unsure ekuitas suatu merek dapat disimpulakan bahwa produk coklat Hersey dan Mars memiliki nilai merek atau ekuitas merek yang sangat tinggi. Hubungan nyata anatar persepsi popularitas dengan merek yang dikonsumsi, namun tidak terdapat hubungan yang nyata antara persepsi harga dengan merek yang dikonsumsi. Ada hubungan nyata antara persepdi kualitas dan persepsi popularitas, karena biasanya biala kualitas coklat tersebut baik maka colat itu akan semakin popular. Pada coklat yang berharga mahal, dan disukai masyarakat akan menghubungkan persepsi kualitas dengan harga ataupun dengan popularitas. Karena pada produk coklat, semakin mahal harga yang diberikan coklat tersebut sehingga akan menggunakan biji coklat berkualitas baik dan popularitas coklat itu akan semakin meningkat. Membangun citra merek coklat untuk perusahaan Hersey dan Mars sangat penting, karena akan membangun persepsi positif terhadap merek dan selanjutnya persepsi positif itu akan memberikan dorongan keyakinan untuk mengkonsumsi coklat tersebut. Perusahaan yang telah memiliki ekuitas merek yang tinggi harus mempertahankan nilai merek yang telah diraih perusahaan tersebut.

Individu Manajemen Pemasaran

  • September 25, 2011 1:51 am

Fariza Anindya

Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan

Marketing Class R46 Master of Management Graduate Program of Management on Business Bogor Agricultural University ( Institute Pertanian Bogor-IPB) Indonesia

BUKU  HITAM

BAB

Daftar Pertanyaan

1

Jelaskan tujuan dari strategi diferensiasi produk bagi perusahaan manufaktur.

Jawab : Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju. Dengan melihat adanya perbedaan suatu produk dibanding produk pesaing, maka marketing mix produk tersebut akan lebih mudah dikembangkan. Diferensiasi produk juga perlu dilakukan agar produk yang dihasilkan perusahaan dapat terlihat lebih menarik (berbeda) dibandingkan produk pesaing.

2

Strategi penetapan harga terdiri dari penetapan harga berbasis pasar (market based pricing) dan penetapan harga berbasis biaya (cost based pricing). Jelaskan kedua strategi penetapan harga tersebut.

Jawab :

è Market-based pricing membutuhkan data pelanggan dan kompetitor yang mendalam. Dengan menggunakan customer database, perusahaan perlu memahami mengenai kebutuhan pelanggan dan keuntungan yang ditawarkan sebuah produk dibandingkan produk kompetitor. Perusahaan yang berorientasi pasar yang fokus terhadap konsumen dan kompetitor, memiliki kemungkinan untuk melakukan market-based pricing. Berdasarkan keuntungan pelanggan, maka harga ditetapkan dengan mempertimbangkan daya saing agar tercipta nilai yang superior. Dengan demikian, maka harga sebenarnya ditetapkan oleh pasar, bukan dipabrik, atau oleh bagian keuangan. Market-based pricing dimulai dari pelanggan, persaingan, dan posisi kompetitif perusahaan. Dalam hal ini, harga ditentukan di pasar untuk menciptakan tingkat daya tarik tertentu.

è Cost-based pricing adalah pendekatan yang paling banyak digunakan dalam bisnis. Hal ini terutama karena data pelanggan maupun kompetitor susah untuk didapatkan dan cost-based pricing lebih mudah untuk diterapkan. Sebagai pimpinan lebih cenderung untuk menyarankan market-based pricing, sementara manajer di bidang marketing dan pekerja yang terkait, menyarankan cost-based pricing. Para manajer dalam studi ini, yang menggunakan market-based pricing memiliki pengetahuan marketing yang lebih tinggi dan memiliki sikap market-oriented yang lebih kuat. Cost-based pricing bermula dari biaya dan margin yang diinginkan. Berdasarkan persyaratan ini, harga ditetapkan dan disalurkan ke pihak ketiga yang akan me-mark up harga ke tingkat level yang diinginkan.

 

3

Jelaskan mengapa perusahaan yang berorientasi pertumbuhan harus secara terus menerus melakukan evaluasi saluran distribusinya?

Jawab :

­­Kesempatan berinovasi. Saluran distribusi baru memberikan kesempatan untuk menciptakan pasar yang benar-benar baru. Lastminute.com menciptakan suatu konsep yang unik menggunakan internet untuk menjual secara eksklusif last minute deal untuk penerbangan, hiburan, hadiah, dan kamar hotel.

è Pertumbuhan terakselerasi. Perusahaan dapat memperluas bisnisnya tidak hanya pada saluran distribusi yang dimiliki, tetapi juga dapat menjual produknya di saluran distribusi umum atau seperti supermarket dan chain store.

è Perubahan konsumen. Konsumen dapat jenuh dengan saluran distribusi yang telah dikenalnya. Begitu konsumen mengenal produk yang diinginkan, maka saluran distribusi yang dipilih akan berubah dari yang mahal, full-service retailers ke arah low-cost channels seperti mail-order, telesales, atau internet.

è Teknologi baru. Teknologi baru dapat membuat saluran distribusi yang ada menjadi usang. Dampak dari ATM, phone banking, dan internet banking diperkirakan akan mencapai setengah dari kantor cabang bank pada dekade mendatang. Dengan teknologi yang lebih murah, pesaing tidak perlu membuat investasi kantor untuk bersaing.

è Kinerja yang buruk. Distributor yang ada selama ini tidak dapat mendukung perkembangan bisnis karena kurang kustomisasi perkembangan yang dimiliki penyuplai atau distributor telah memilih cara yang berbeda baik dari segi alternatif maupun keahlian yang diperlukan untuk menjual produk.

 

4

Perusahaan tidak cukup hanya memproduksi suatu barang atau jasa. Perusahaan harus mampu mengkomunikasikan produk tersebut dan membangun hubungan yang baik dengan konsumen. Langkah seperti apa yang dapat ditempuh perusahaan agar dapat mengkomunikasikan keunggulan produk secara efektif kepada konsumen potensial?

Jawab : Langkah yang dapat ditempuh perusahaan adalah:

Langkah pertama, adalah membangun kesadaran untuk menginformasikan kepada konsumen tentang perusahaan dan produk atau jasanya.

Langkah kedua, komunikasi pemasaran perlu terus memperkuat pesan yang disampaikan kepada konsumen atau pasar untuk menjaga tingkat ingatan konsumen terhadap citra, keunggulan, dan kepercayaan merek produk atau jasa dalam jangka panjang.

Langkah ketiga, memotivasi target konsumen untuk bertindak (melakukan transaksi pembelian) dalam jangka pendek. Karena penguatan pesan dan aksi hanya dapat dilakukan setelah tingkat kesadaran tertentu dicapai, perusahaan pertama kali perlu membangun kesadaran dan pemahaman tersebut sebelum melanjutkan ke tujuan komunikasi pemasaran lainnya.

5

Tujuan utama pemasaran adalah menciptakan pertumbuhan dan meningkatkan nilai dari para pemegang saham. Namun dewasa ini telah terjadi pergeseran konsep pemasaran lama/tradisional menuju konsep pemasaran baru untuk mencapai tujuan utama pemasaran tersebut. Jelaskan secara singkat pergeseran dimaksud.

Jawab : Tujuan dari pemasaran yang utama adalah penciptaan pertumbuhan dan meningkatkan nilai dari para pemegang saham. Dalam pengertian lama dan tradisional, pemasaran dilihat dalam konteks memuaskan keinginan pelanggan secara lebih efektif dibandingkan dengan kompetitor atau pesaing. Konsep pemasaran yang baru lebih mengedepankan bagaimana fungsi pemasaran sebagai salah satu unsur dalam organisasi untuk dapat lebih memberikan kontribusi yang positif untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Pemahaman lama menekankan pandangan jangka pendek, sedangkan pemahaman baru lebih menekankan pada intangible assets yang merupakan faktor penting dalam penciptaan value creation dalam jangka panjang

6

Nilai perusahaan ditentukan oleh cash-flow jangka panjang. Oleh karena itu daya tarik pasar dan keunggulan kompetitif di masa yang akan datang harus diproyeksikan. Jelaskan keunggulan kompetitif berperan terhadap nilai perusahaan.

Jawab : Keunggulan kompetitif sebuah perusahaan memiliki dampak yang lebih penting pada nilai perusahaaannya dibandingkan dengan pasar tertentu. Perusahaan dengan keunggulan kompetitif biasanya dapat menginvestasikan penerimaanya melebihi biaya modal perusahaan tersebut. Berdasarkan nilainya, differential advantage memiliki arti yang tepat yaitu berdasarkan dua strategi yaitu keuntungan biaya ekonomi yang terjadi apabila biaya total perusahaan lebih rendah daripada competitor lainnya dan keuntungan dari diferensiasi produk yang terjadi jika pelanggan merasa produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan merupakan produk atau jasa superior dan mau membayar lebih untuk itu.  Berdasarkan itu akan ada perencanaan nilai posisi strategis yang akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Unit analisinya berupa unit bisnis yang strategis. Penilaian itu berada pada tingkat pasar produk individu dimana keunggulan kompetitif dibangun dan pengendali nilai strategis beroperasi. Oleh karena itu dengan adanya keunggulan kompetitif akan berperan meningkatkan nilai perusahaan.

7

Jelaskan bagaimana perencanaan yang baik di tingkat unit bisnis

Jawab : perencanaan yang baik didasarkan pada penilaian posisi strategis yang mengevaluasi unit bisnis yang potensial dan arah strategi yang dapat menghasilkan nilai bagi pemegang saham. Perencanaan pemasaran strategis berada pada tingkat unit bisnis yang mengikuti proses bottom up.

Penilaian posisi strategis            Target Konsumen                 Marketing Mix

 

Tujuan Strategis                          Target Kompetitor                Analisis Nilai P.saham

 

Fokus Strategi                              strategi utama                           Indikator Kerja

 

8

Analisis portofolio diciptakan berdasarkan pada dua dimensi kinerja, keaktraktifan pasar dan keunggulan kompetitif. Jelaskan kedua dimensi tersebut

Jawab : keatraktifan pasar : dimensi ini mempunyai faktor-faktor yangmembentuk keatraktifan pasar diantaranya ada kekuatan pasar yang melihat dari ukuran pasar, tingkat pertumbuhan dan kekuatan pembeli. Faktor yang kedua ada intensitas persaingan pasar dilihat dari jumlah pesaing, persaingan harga dan kemudahan masuk pasar dan faktor yang terakhir adalah akses pasar yang dilihat dari keakraban pelanggan, channel access dan kebutuhan penjualan. Dari ketiga faktor tersebut ada peringkat peringkat yang melihat keatraktifan pasar dimulai dari sangat tidak atraktif sampai sangat atraktif, penilaiannya berdasarkan respon dari pasar itu.

Keunggulan kompetitif : keunggulan kompetitif adalah aspek yang membuat perusahaan memiliki nilai lebih dipasar. Ada beberapa faktor yang menentukan keunggulan kompetitif yaitu keunggulan differensiasi yang dilihat dari kualitas produk, kualitas pelayanan dan brand image. Yang kedua intensitas pasar yang diukur melalui biaya unit, biaya transaksi dan pengeluaran pemasaran. Yang terakhir adalah akses pasar yang diukur melalui pangsa pasar, distribusi dan penghargaan merek. Dari semua itu membentuk keunggulan diferensiasi dari bisnis yang relative kuat dan membentuk separuh keseluruhan indeks keunggulan kompetitif.

9

Pada dasarnya market metrics merupakan ukuran dinamis untuk kinerja pasar. Market metrics sangat penting bagi implementasi strategi dan kinerja finansial. Namun demikian tidak semua market metrics merupakan indikator utama dalam menentukan kinerja bisnis. Ada dua jenis market metrics yaitu process market metrics dan end result market metrics. Jelaskan kedua jenis market metrics tersebut.

Jawab : Process Market metrics = metric pasar yang berorientasi pada suatu proses . prose situ bertujuan untuk mendeteksi persepsi dan perilaku pelanggan. Sehingga bila terjadi perubahan pada perilaku dan persepsi pelanggan akan dapat segera diatasi sehingga pasar akan mampu mengambil langkah koreksi sebelum pelanggan melakukan perubahan dalam perilaku pembelian.

End – Result market metric : metric pasar yang berorientasi pada hasil akhir yang mencakup pembagian pangsa pasar, retensi pelanggan dan penerimaan yang diperoleh dari setiap pelanggan. Tanpa metric ini, bisnis hanya memiliki ukuran internal atas kinerja yang dimiliki, bahkan bagi bisnis yang tidak kehilangan pangsa pasar, retensi pelanggan memiliki dampak yang cukup kuat bagi kinerja financial. Sehingga metric ini diperlukan  untuk melihat eksternal sehingga dapat mendapatkan kinerja financial yang lebih baik.

10

Informasi mengenai persepsi dan sikap konsumen terhadap ekuitas merek dari produk adalah langkah yang sangat penting untuk mengevaluasi apakah strategi pemasaran yang sudah diterapkan dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran target konsumen dengan baik. Ada beberapa komponen ekuitas merek untuk mengukur persepsi dan sikap konsumen yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek. Jelaskan!

Brand Awareness (Kesadaran Merek). Ini menunjuk pada kekuatan kehadiran merek di otak konsumen. Brand awareness adalah komponen penting dalam ekuitas merek (Aaker,1991;Keller, 1993). Aaker menyebutkan sebagian tingkatan brand awareness, mulai dari pengenalan merek saja sampai pada dominasi, yang menunjukkan kondisi dimana merek dibutuhkan adalah hanya merek yang diingat oleh konsumen. Rositter and Percy (1987) mendefinisikan brand awareness sebagai kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi atau mengenal merek, dimana konsep brand awareness menurut Keller terdiri dari pengenalan merek dan ingatan merek. Menurut Keller, ingatan merek menunjuk kepada kemampuan konsumen untuk mendapatkan kembali merek dari ingatan, sebagai contoh, ketika kategori produk atau kebutuhan dipenuhi oleh kategori dapat disebutkan. Keller (1993, p. 3) membantah bahwa “pengenalan merek mungkin lebih penting untuk sebagian kasus dimana keputusan produk dilakukan di toko”. Karena itu, pada penelitian terbaru brand awareness di konsep terdiri dari pengenalan merek dan pengingatan merek.

Brand Associations. Ini komponen penting lainnya dari ekuitas merek (Aaker, 1991; Keller, 1993). Brand association dipercaya mengandung “pengertian merek untuk konsumen” (Keller, 1993, p.3). Ketika merek dapat berasal associations dari banyak sumber, brand personality dan organisasi perkumpulan adalah dua tipe penting dari brand associations, yang menyebabkan adanya ekuitas merek (Aaker, 1991, 1996b). Kepribadian merek adalah komponen kunci dari ekuitas merek, dan didefinisikan dalam bagian dari macam-macam sifat atau ciri-ciri bahwa merek dapat mengambil dari persepsi konsumen (Aaker,1991;Keller, 1993). Pada penelitian terbaru kepribadian merek diartikan sebagai “sekumpulan ciri-ciri manusia dihubungkan dengan sebuah merek” (Aaker, 1997, p. 347). Konsep brand personality ditentukan dalam tinjauan marketing (Batra et al., 1993; Biel, 1993; Phau and Lau, 2000). Aaker (1991) membantah bahwa brand associations memiliki tingkatan yang akan lebih kuat, dan hubungannya dengan merek (dari perkumpulan) akan lebih kuat ketika didasarkan pada banyak pengalaman atau exposure to communications, dan ketika jaringan dengan hubungan lain mendukung. Selanjutnya, Aaker (1991) menganjurkan bahwa brand associations harus memberikan nilai untuk konsumen dengan menyediakan alasan bagi konsumen untuk membeli merek tersebut, dan dengan memberikan sikap/perasaan positif bagi konsumen.

Perceived quality adalah dimensi penting lain dari ekuitas merek (Aaker, 1991). Mengetahui kualitas bukan kualitas aktual produk tetapi evaluasi subjektif dari konsumen terhadap produk (Zeithaml, 1988, p.3). Sama dengan asosiasi merek, perceived quality juga memberikan nilai untuk konsumen dengan memberikan alasan bagi mereka untuk membeli dan dengan membedakan suatu merek dengan merek saingan.

Brand loyalty (loyalitas merek) adalah komponen utama dari ekuitas merek. Aaker (1991, p. 39) mengartikan loyalitas merek sebagai: “alat pelengkap yang diinginkan konsumen dimiliki oleh sebuah merek”. Oliver (1997, p. 392) mendefinisikan loyalitas merek sebagai: “Komitmen yang dibangun secara mendalam untuk kembali membeli ulang produk atau jasa yang diinginkannya atau menjadi pelanggan secara konsisten di masa yang akan datang, walaupun pengaruh keadaan dan usaha pemasaran memiliki potensi untuk menyebabkan perubahan perilaku”. Definisi Oliver memperhatikan dimensi perilaku terhadap loyalitas merek, sedangkan Rositter dan Percy (1987) membantah bahwa loyalitas merek seringnya dicirikan oleh sikap menguntungkan terhadap merek dan pengulangan pembelian pada merek yang sama setiap waktu. Loyalitas merek juga dirumuskan berdasarkan perspektif sikap. Sebagai contoh, Chaudhuri dan Holbrook (2001, p. 82) menyatakan bahwa “loyalitas merek berdasarkan sikap termasuk derajat komitmen berhubungan dengan nilai-nilai yang unik sehubungan dengan merek”. Dari perspektif sikap, loyalitas merek didefinisikan sebagai “kecenderungan untuk loyal pada focal brand, yang ditunjukkan dengan maksud untuk membeli merek sebagai pilihan utama” (Yoo dan Donthu, 2001, p.3). Loyalitas merek berdasarkan perspektif perilaku menekankan loyalitas konsumen sebenarnya terhadap merek dicerminkan dengan pilihan pembelian, pengertian berdasarkan perspektif sikap menekankan maksud konsumen untuk loyal terhadap sebuah merek. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kami mengkonsepkan ekuitas merek berdasarkan pada persepsi konsumen bukan berdasarkan perilakunya. Oleh karena itu, kami memberi konsep loyalitas merek juga berdasarkan perspektif sikap dan persepsi konsumen.

11

Jelaskan mengapa ekuitas merek begitu penting bagi produsen.

Jawab : karena dengan membangun citra merek akan membentuk persepsi positif terhadap merek tersebut dan akan memberikan keyakinan dan dorongan kepada konsumen untuk mengonsumsi merek tersebut.

12

Merek yang populer (top of mind) belum tentu dikonsumsi pelanggan. Mengapa bisa demikian, jelaskan.

Jawab : karena berdasarkan hasil survey di laksanakan terhadap beberapa merek kopi di Indonesia, merek yang menjadi top of mind mereka adalah kapal api, namun yang dikonsumsi mereka adalah Indocafe merek yang buakn menjadi top of mind. Hal itu menunjukkan bahwa merek yang terkenal tidak berkorelasi dengan yang dikonsumsi.. sehingga popularitas bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi seorang konsumen untuk mengkonsumsi merek tersebut.

13

Jelaskan mengapa ekuitas merek teh celup Sari Wangi lebih tingi dibandingkan ekuitas teh celup merek lain?

Jawab : karena dari hasil penelitian merek teh celup yang dipersepsikan paling popular, paling berkualitas, berharga paling mahal oleh sebagian responden adalah sari wangi. Jumalh responden yang menyatakan sari wangi paling mahal sedikit dibandingkan merek lain yang popular dan berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa harga teeh celup sari wangi bukan berarrti paling mahal, namun masyarakat lebih mengenal sari wangi dibandingkan merek mahal lainnya. Dan sebagian besar responden mengkonsumsi sariwangi sehingga menunjukkan bahwa sari wangi adalah pemimpin pasar di kalangan responden yang di survey.

 

 

 

Fariza Anindya

 

BUKU BIRU/MERAH

BAB

Daftar Pertanyaan

1

Jelaskan mengapa pemasar penting untuk memahami perilaku konsumen dalam strategi pemasaran.

Jawab : secara sederhana perilaku konsumen itu meliputi apa yang dibeli konsumen, mengapa konsumen membeli?, kapan mereka memebeli?, dimana mereka membeli?, berapa sering mereka membeli?, dan berapa sering mereka gunakan? Sehingg pemasar penting memahami perilaku tersebut untuk memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan konsumen sehingga konsumen mau membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar dalam produk barang ataupun jasa.

2

Perusahaan akan memperoleh keuntungan secara berkelanjutan bila memiliki keunggulan diferensiasi. Jelaskan maksud peryataan tersebut.

Jawab : maksud dari pernyataan tersebut adalah perusahaan akan mendapatkan keuntungan secara terus menerus dengan adanya produk diferensiasi. Keunggulan diferensiasi adalah suatu perbedaan nilai yang dipersepsikan pelanggan sehingga mempunya preferensi terhadap perusahaan tertentu dibandingkan perusahaan lainnya. Bial perusahaaan tersebut telah mempunyai keunggulan diferensiasi maka perusahaan tidak hanya berfokus pada menemukan kebutuhan pelanggan, namun harus mampu bersaing dengan perusahaan lain agar nilai yang ditawarkan lebih superior lalu menganalisa pelanggan dan kompetitornya menghasilkan model operasi bisnis yang sulit ditiru oleh pesaing sehingga  akan meningkatkan keuntungan perusahaan.

3

Jelaskan tiga faktor mendasar yang berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar (market growth)

Jawab : tiga faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar yaitu:

  1. Potensi pasar
  2. Penetrasi pasar
  3. Tingkat masuknya pelanggan baru

4

Bila suatu perusahaan dikatakan efisien dan efektif dalam kinerja pemasaran dari perspektif pangsa pasar?

Jawab : Pangsa pasar merupakan bagian pasar yang dapat diraih oleh perusahaan. Pangsa pasar menjadi salah satu indikator meningkatnya kinerja pemasaran suatu perusahaan. Pangsa pasar menjelaskan penjualan perusahaan sebagai presentase volume total penjualan dalam industri, market, ataupun produk. Salah saru tolak ukur keefektifan dan keefisienan kinerja pemasaran dapat dilihat dari komponen marketing mix yang berhubungan dengan pangsa pasar. Hubungan market share dengan komponen marketing mix dinyatakan sebagai hasil penggandaan tiap komponen pada marketing mix dalam group target customer. Market share = Promosi x Produk x Harga x Tempat x Service. Oleh karena itu, untuk mengembangkan market share, maka tiap komponen marketing mix perlu diperhatikan:

  1. Strategi Promosi; menciptakan kepedulian konsumen terhadap produk (Product Awareness)
  2. Strategi Produk; menciptakan minat dan kesuksesan terhadap produk (Product Attractiveness)
  3. Strategi Harga; mendorong kesungguhan konsumen untuk membeli dengan menciptakan harga yang dapat diterima (Price Acceptable)
  4. Strategi Tempat; menjamin ketersediaan produk di pasar (Product Available)
  5. Strategi Servis; menciptakan pengalaman yang baik bagi konsumen sesudah melakukan pembelian dan mempertahankan pelanggannya untuk tetap loyal (Service Experience)

5

Matriks Igor Ansoff merupakan alat analisis penetrasi pasar. Jelaskan aktivitas apa saja yang dianalisis dalam matriks Igor Ansoff tersebut.

Jawab : aktivitas yang dianalisis dalam matriks Igor Ansoff adalah

  Sekarang Baru
Sekarang   Pengembangan Produk Baru
Baru Pengembangan Pasar Diversifikasi Produk

 

  1. Peningkatan pangsa pasar dalam pasar yang ada

Pemasar menarik pelanggan untuk membeli produk sejenis dari competitor serta menyesuaikan profil pelanggan pada kelompok pasar yang ditargetkan. Pemasar memiliki target target untuk mengembangkan hubungan dengan pelanggan dengan iklan ataupun dengan cara lain.

  1. Keuntungan pemindahan yang pertama juga dikenal sebagai peluang menentukan zona aman.

Maksudnya adalah pemasar mewakili produk inovatif yang menarik perhatian pemasar sebelum pesaing baru berkesempatan untuk masuk pasar sehingga perusahaan akan mendapatkan posisi aman dalam pasar.

  1. Penetrasi harga dalam strategi agresif dan murah dirancang untuk mengambil alih peluang secara agresif dari perusahaan pesaing dengan melakukan tindakan pemotongan pada harga.

Maksudnya adalah perusahaan menetapkan harga dibawah harga pasar sehingga perusahaan dituntut untuk menentukan break event point dan mencari saat yang paling tepat untuk menaikkan harga.

  1. Meningkatkan pengguanaan produk oleh pelanggan saat ini, yang dapat dilakukan dengan mengembangkan pemanfataan-pemanfaatan baru terhadap produk atau membuat rencana loyalitas pelaggan.

Maksudnya adalah perusahaan membuat database pelanggan untuk program pengembangan pemanfaatan produk atau rencana loyalitas pelanggan. Biayanya diakumulasikan dengan kegiatan promosi pelanggan lainnya guna mendekatkan hubungan perusahaan dengan pelanggan.

6

Menurut Kaplan, banyak perusahaan yang berusaha mengukur biaya dengan menggunakan metode ABC (Activity Based Costing), namun karena implementasi metode ini cukup sulit dan datanya sering tidak tersedia secara lengkap, maka Kaplan menyarankan metode ABC yang disempurnakan menjadi metode TDABC (Time-Driven Activity-Based Costing). Jelaskan bagaimana cara mengukur biaya dengan metode TDABC.

Jawab : cara mengukur biaya dengan meode TDABC adalah dengan mengukur dua faktor penting yaitu :

  1. Biaya per jam dari setiap departemen yang bekerja terhadap customer
  2. Produk atau aktivitas yang berhubungan dengan jasa serta waktu khusus yang dibebankan bagi suatu aktivita.

Cara menghitung biaya total suatu aktivitas adalah

TC=Ch x Th

Dimana :

TC = Biaya Total

Ch = Biaya Per jam kerja

Th = Unit waktu yang digunakan

 

7

Di dalam industri persaingan pasar selalu ada. Setiap perusahaan harus mampu menganalisis setiap pesaing yang ada agar bisa tetap eksis di dalam industri tersebut. Persaingan pasar bisa berdampak negatif dan juga berdampak positif. Jelaskan kedua dampak tersebut.

Jawab : Dampak Positif dari persaingan pasar adalah :

  1. Terjadinya peningkatan kualitas produk
  2. Lebih terjaminnya ketersediaan produk
  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
  4. Terjadinya kewajaran harga karena efesiensi
  5. Meningkatkan kualitas korporasi yang terseleksi secara alami
  6. Meningkatkan teknologi.

Dampak Negatif dari persaingan pasar antara lain :

  1. Kemungkinan terjadinya pelanggaran etika bisnis
  2. Kesulitan tumbuhnya bisnis pemula
  3. Daya serap tenaga kerja yang tebatas karena jumlah perusahaan semakin sedikit
  4. Terjadinya p[erang harga yang merugikan bagi semua pesaing
  5. Dapat menghasilkan bisnis monopoli dalam persaingan yang liar.

8

Ekuitas merek sangat penting bagi perusahaan. Ekuitas merek yang tinggi akan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap merek tersebut. Selain itu hal yang paling penting adalah ekuitas merek harus dapat memberikan nilai bagi para pemegang saham, namun ada kalanya suatu merek tidak dapat lagi memberikan nilai tersebut atau ekuitasnya mulai menurun. Jelaskan langkah apa yang dapat ditempuh perusahaan untuk meningkatkan kembali ekuitas merek tersebut.

Jawab : Apabila sebuah merek atau sekelompok merek berhenti memberikan nilai bagi para pemegang saham maka manajemen memiliki empat alternatif, yaitu reposisi, revitalisasi meningkatkan produktivitas merek, atau menghapuskan merek.

  1. Reposisi merek, adalah alternatif yang bisa dipilih jika merek memiliki posisi lemah di suatu pasar yang atraktif. Ada beberapa cara melakukannya:

–          Reposisi yang riil. Manajer perlu memutakhirkan produk dengan meningkatkan kualitasnya atau memutakhirkan teknologi, fungsi, atau desainnya.

–          Menambah merek. Menawarkan produk-produk dan jasa-jasa tambahan pada produk inti dapat meningkatkan nilai merek.

–          Reposisi psikologis. Perusahaan bisa mengubah kepercayaan pembeli akan kualitas atribut produk, status merek, atau filosofi dibelakangnya.

–          Menyusun kembali nilai-nilai. Terkadang, pembeli dapat dipengaruhi untuk mempertimbangkan lebih pentingnya nilai-nilai tertentu yang menjadi keunggulan merek.

–          Nilai-nilai yang diabaikan. Kadangkaka, atribut-atribut baru diperkenalkan setelah atribut yang sebelumnya tidak dianggap relevan dengan pasar.

–          Mengubah preferensi. Seringkali, pembeli dapat dipengaruhi untuk mengubah preferensi mereka. Cerita-cerita yang menakut-nakuti di media menciptakan preferensi terhadap makanan dan bahan makanan yang bukan hasil rekayasa genetik.

–          Menurunkan posisi bersaing. Pada beberapa negara, pemasangan iklan tandingan untuk menjatuhkan nilai merek milik pesaing dapat dilakukan.

  1. Revitalisasi produk, adalah suatu strategi yang bisa dilakukan ketika merek sebenarnya kuat tetapi pasarnya saat ini tidak cukup atraktif untuk memberikan peluang-peluang keuntungan yang memadai. Empat hal ini bisa dipertimbangkan:

–          Mencari pasar-pasar baru. Mengembangkan pasar internasional baru menjadi alat utama untuk menjaga perumbuhan merek-merek yang kuat.

–          Memasuki segmen-segmen baru. Mengembangkan segmen baru adalah salah satu cara paling penting untuk memperluas pasar bagi suatu merek. Kesadaran yang makin meningkat di pasar dan jatuhnya harga menjadi rangsangan yang penting, khususnya di pasar teknologi tinggi. Perluasan jalur produk merupakan cara yang fleksibel untuk masuk ke dalam segmen pasar yang baru.

–          Mencari aplikasi-aplikasi baru. Perusahaan-perusahaan dapat mencari aplikasi baru bagi merek mereka.

–          Meningkatkan tingkat penggunaan. Tingkat konsumsi rata-rata bisa ditingkatkan, contohnya dengan membuat produk yang lebih mudah digunakan, mengurangi kelemahan penggunaan, memberikan insentif bagi pengguna, dan mencari cara baru untuk meningkatkan kuantitas pemakaian.

  1. Meningkatkan produktivitas merek, Langkah-langkahnya:

-. Biaya tetap dan variabel biasanya bisa dipotong tetapi manajemen perlu mengetahui bahwa mengurangi biaya pemasaran dapat berakibat pada terkikisnya pangsa pasar merek jangka panjang.

– Arus kas bisa ditingkatkan dengan mengurangi tuntutan modal kerja dan modal tetap. Bagi produk-produk yang telah mencapai tahap dewasa, produksinya bisa diserahkan kepada produsen-produsen yang dikontrak dengan struktur biaya yang lebih rendah.

– Harga-harga yang meningkat biasanya akan mendorong keuntungan jangka pendek, bahkan jika volume menurun.

4.    Penghapusan Merek, cara yang dapat dipilih perusahaan dalam melakukan konsolidasi:

– Penghapusan merek secara bertahap merupakan pendekatan yang tepat jika merek yang dihilangkan memiliki nilai merek yang mendasar dan basis pelanggan yang besar. Kebijakan ini mempertahankan merek lama seperlunya tetapi memfokuskan pada promosi dan pengembangan sebuah produk baru. Hal ini akan mengurangi biaya menjalankan merek ganda secara efektif dengan tujuan menghilangkan tumpang tindih perlahan-lahan.

– Membunuh dengan cepat, berarti segera menghilangkan sebuah nama merek. Strategi ini memiliki risiko yang tinggi tetapi mungkin diperlukan jika persaingan memperbesar biaya untuk mendukung merek-merek. Diperlukan investasi yang sangat besar untuk mendukung pemasaran dan perdagangan, jika hilangnya pangsa pasar akan dihindari.

– Co-branding ,merupakan strategi peralihan yang paling umum. Kedua nama merek tetap dipertahankan di dalam merek, sehingga memberikan kesempatan pada pelanggan untuk menyesuaikan diri.

9

Dewasa ini internet sudah begitu familier di dunia bisnis. Internet dapat dengan cepat menyampaikan informasi kepada pelanggan dan menghubungkan jarak yang begitu jauh di dunia nyata menjadi begitu dekat di dunia maya antara perusahaan dan pelanggan. Singkatnya internet telah menembus batas antara perusahaan & pelangan. Kehadiran internet dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mengatur strategi bisnis dan pemasarannya. Bagaimana pengaruh internet terhadap strategi bisnis dan pemasaran bagi perusahaan?

Jawab : internet dapat mengubah karakter pasar dan pemasaran, pengaruhnya di bidang pembeli dan penjual terdapat pada pilihan yang cepat, belanja dapat dibansing-bandingkan, kekuatan dalam pembelian dan jangkauan internet adalah global. Sehingga internet dapat berpengaruh untuk menciptakan pasar baru yang cepat tumbuh dan sumber baru dengan keuntungan yang kompetitif. Sumber baru dari kemungkinan itu :

  1. Mengecil barrier to entry dalam pasar.
  2. Perombakan rantai nilai tambah.
  3. Konvergensi indutri.
  4. Niali tambah pelanggan tinggi sekali.
  5. Nilai tambah perusahaan semakin besar.

10

Konsumen seringkali memutuskan pembelian suatu produk berdasarkan persepsinya terhadap produk tersebut. Pemasar dan produsen harus mempu memahami persepsi konsumen terhadap produknya. Bagaimana pemasar dan produsen dapat memahami persepsi konsumen agar produk yang dipasarkan disadari dan dikenal serta pada akhirnya dibeli oleh konsumen?

Jawab : pemasar dan produsen memahami persepsi konsumen dengan cara mengolah informasi terlebih dahulu. Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) yang mengutip pendapat William McGuire menyatakan ada lima pengolahan informasi yaitu pemaparan, perhatian, perhatian, penerimaan dan retensi. Proses persepsi konsumen itu dimulai oleh munculnya stimulus yang kemudian ditangkan oleh kelima pancaindera konsumen sehingga selanjutnya di interpretasikan dalam pemaparan. Stimulus yang datang melalui panca indera disebut sensasi. Sensasi adalah respon langsung dan cepat dari stimulus yang datang.

Setelah itu stimulus mendapatkan perhatian. Ada dua faktor yang diperhatikan oleh stimulus, faktor pribadi dan faktor stimulus. Faktor pribadi mencakup karakteristik konsumen yang muncul dalam diri konsumen dan faktor stimulus  berdasarkan karakteristik stimulus. Faktor yang harus diperhatikan pemasar dalam membeli stimulus pada konsumen yakni ukuran, warna, intensitas, kontras, posisi, petunjuk, gerakan, kebauran, isolasi, stimulus yang disengaja, pemberi pesan yang menarik dan perubahan gambar yang cepat.

Setelah mendapatkan perhatian ada pemahaman dalam mengenal persepsi konsumen yaitu untuk melihat usaha konsumen untuk mengartikan atau mengintrepretasikan stimulus. Pada tahap ini konsumen akan melakukan perceptual organization. Dimana seseorang akan mengorganisir dan mengintegrasikan stimulus untuk memperoleh makna yang menyeluruh.

Setelah dipahami akan ada tahap penerimaan stimulus. Hal ini disebut persepsi konsumen terhadap objek produk.

Dan terakhir proses retensi yaitu proses pemindahan informasi ke memori jangka panjang. Memori mempengaruhi proses perhatian dengan mengarah system sensori sehingga konsumen dapat berkonsentrasi secara selektif kepada stimulus tertentu. Stimulus itu akan memicu harapan dan asosiasi antar stimulus lainnya dalam memori sehingga mempengaruhi harapan konsumen. Setelah memori itu tersimpan, maka suatu saat akan terpanggil kembali memori tersebut.

Pemasar dan produsen harus memberikan stimulus yang menarik perhatian dan mudah dipahami sehingga dapat diingat untuk jangka panjang sehingga pemasar dan produsen dapat mengetahui persepsi konsumen kearah maunya konsumen. Bisa dengan melalui iklan yang inovatif dan jingles yang diberikan pada produk.

11

Iklan dan promosi merupakan komunikasi pemasaran. Perusahaan seringkali mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk beriklan di media massa baik cetak maupun elektronik. Bagaimana perusahaan dapat mengukur efektivitas iklan tersebut dan seberapa besar pengaruhnya terhadap profit?

Jawab : Pengukuran efektivitas iklan sesuai dengan capaian target konsumen. Sehingga bila target perusahaan tercapai sesuai dengan biaya yang dikeluarkan maka iklan tersebut berhasil dan berjalan secara efektif. Untuk mengukur efisiensi dan kefektifan iklan, kita dapat mengukurnya dalam beberapa alat dengan tujuan agar kita dapat mengetahui apakah iklan dan promosi yang kita lakukan sudah tepat. Seperti mengetahui besaran GRP, elastisitas iklan, impresi serta CPM. Jika media pengiklanan yang kita gunakan adalah internet maka kita dapat mengukurnya dari impresi, jumlah halaman dilihat, dan HIT, serta kita bisa mendapatkan hasil biaya perpesanan (order) dengan membandingkan biaya iklan dibagi dengan pesanan. Media promosi seperti iklan merupakan cara perusahaan untuk mengkomunikasikan produknya kepada konsumen, agar konsumen aware dengan produk perusahaan. Dengan memperhatikan Reach, Frequency, dan Impact, loyalitas konsumen akan suatu produk perusahaan dapat terus dijaga dan pada akhirnya menjadi profit bagi perusahaan.

12

Pengukuran kinerja pemasaran dengan market-based melengkapi pengukuran kinerja finansial. Jelaskan maksudnya.

Jawab : pengukuran kinerja pemasaran dengan mengacu kondisi eksternal dan pasar dimana perusahaan beroperasi mendefinisikan kinerja market-based. Dasar kinerjanya adalah komitmen untuk mengukur parameter-parameter yang menunjukkan perkembangan kinerja pemasar dan tingkat keuntungan marketing , perusahaan dapat berfokus pada penerimaan penjualan, keuntungan bersih, perputaran penjualan dan perputaran investasi. Sehingga pengukuran kinerja pemasaran dengan market based dapat melengkapi pengukuran kinerja financial terlihat dari fokus tersebut.

 

Smith & Nephew-Innovex

  • September 7, 2011 9:30 am

Pertanyaan:

menurut film Love and The Other Drugs, pemeran film tersebut menggunakan Sales Representatif juga pada filmnya, apakah caranya sama dengan yang dilakukan pada Smith and Nephew? dan bagaimana cara memenangkan penjualannnya agar produknya digunakan?

Jawaban :

Teknik yang dilakukan pada film tersebut cenderung sama dengan yang dilakukan smith and nephew, dengan menawarkan produknya langsung ke dokter dan membiarkan dokter mencobanya dan merasakan keunggulan produk tersebut.

cara memenangkannya dengan data historis produk pemakaian tersebut yang telah digunakan dan memperlihatkan bahwa produk tersebut unggulan sehingga dapat membuat suster dan dokter rumah sakit tersebut percaya dengan keunggulan produk tersebut, juga dapat memberikan reward pada dokter atau rumah sakit yang menjual dengan memberikan paket liburan sebagai timbal balik dari kerjasama.

CEO EXCHANGE

  • August 24, 2011 9:29 am

Ceo Exchange

Fariza Anindya

Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan

Marketing Class R46 Master of Management Graduate Program of Management on Business Bogor Agricultural University ( Institute Pertanian Bogor-IPB) Indonesia.

materi hari ini mengenai pengenalan CEO dari dua perusahaan besar dunia yaitu Kraft dan General Electric.

dari kedua CEO itu terdapat kata-kata inspiratif

1. CEO General Electric yaitu Jeffry R Ilmet yang menyatakan

” memiliki pola pikir gagal mendapatkan pekerjaan tidaklah lebih buruk dan pemimpin harus memiliki keyakinan agar menjadi pemimpin yang disukai”

2. CEO Kraft yaitu Irene B Rosenfield yang menyatakan

“lebih bermanfaat bila mengamati kebiasaan orang lain dengan mata sendiri”

Strategi Produk

  • July 30, 2011 6:55 am

Strategy Product

Fariza Anindya

Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan

Marketing Class R46 Master of Management Graduate Program of Management on Business Bogor Agricultural University ( Institute Pertanian Bogor-IPB) Indonesia

Dalam Kehidupan sehari-hari kebutuhan, keinginan, permintaan dan benefit menjadi hal yang lumrah.  Kebutuhan merupakan sesuatu yang kita butuhkan dan keingininan merupakan kebutuhan secara spesifik. Misalnya dicontohkan biala seseorang wanita ingin cantik, maka yang dia butuhkan adalah kosmetik dan yang dia inginkan adalah kosmetik dengan brand maybellin. Kebutuhan dan keinginan itu di lengakapi dengan kemampuan daya beli sehingga menjadi suatu permintaan.  Kaitannya dengan marketing adalah konsumen diarahkan untuk menginginkan apa yang dia butuhkan. Produk dapat dibagi dalam bidang barang atau jasa. Dalam bidang barang, produk tersebut memenuhi 4p kriteria yaitu product (costumer solution), price ( costumer cost), promotion ( communication ), place ( convenience). Dan dalam bidang jasa, selain ke empat kriteria itu ada penambahan 3p lagi yakni people, process dan physical evidence. Dalam dunia marketing, orang marketing dituntut untuk bisa membuat konsumen mengambil keputusan. Dalam keputusannya itu konsumen harus melihat brand competition untuk mendapatkan brand mana yang akan dibeli

Tugas AKO Output Device.doc

  • June 9, 2011 2:31 pm

Definisi Ouput Device Nin